PONTIANAK POST - Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan tenaga kesehatan. Berangkat dari kepedulian terhadap masih tingginya kasus kekerasan seksual pada anak, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak melaksanakan kegiatan edukasi Personal Safety Skill melalui media video animasi kepada siswa SD Negeri 71 Pontianak Barat, salah satu sekolah yang berada di wilayah binaan Kelurahan Sungai Beliung.
Kegiatan ini dipimpin oleh Pipin Nurlinda, S.Tr.Keb bersama anggota tim Riska Regia Catur Putri dan Eriza Aristia, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Program tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kemampuan anak dalam melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
Ketua tim pengabdian, Pipin Nurlinda, mengatakan bahwa anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar mampu mengenali situasi berbahaya serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman terhadap keselamatan dirinya.
“Anak-anak harus memahami bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman. Mereka perlu mengetahui batasan tubuh pribadi, mengenali perilaku yang tidak pantas, berani mengatakan tidak, serta segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual,” ujarnya.
Data yang menjadi dasar pelaksanaan program menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual masih menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian serius.
Di Kota Pontianak, kasus kekerasan seksual tercatat sebagai kasus yang cukup dominan, sementara di wilayah Pontianak Barat, khususnya Kelurahan Sungai Beliung, masih ditemukan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui edukasi sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai konsep Personal Safety Skill yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu recognize, resist, dan report. Anak-anak diajarkan cara mengenali perilaku yang mengarah pada kekerasan seksual, berani menolak tindakan yang membuat mereka tidak nyaman, serta mengetahui kepada siapa mereka harus melapor ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dirinya.
Penyampaian materi dilakukan menggunakan video animasi yang dirancang secara menarik dan sesuai dengan usia anak. Pemanfaatan media audiovisual dipilih karena mampu menghadirkan kombinasi gambar, suara, dan cerita yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selain meningkatkan minat belajar, media video animasi juga dinilai efektif dalam membantu peserta memahami pesan-pesan penting terkait perlindungan diri.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Setelah menyaksikan tayangan video animasi, para siswa diajak berdiskusi mengenai berbagai situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti simulasi dan bermain peran (role play) yang dirancang menyerupai kondisi nyata sebagai bentuk penguatan materi yang telah diberikan.
Dalam sesi tersebut, siswa mempraktikkan cara menolak ajakan dari orang yang tidak dikenal, menunjukkan respons ketika menerima sentuhan yang tidak pantas, serta melatih keberanian untuk meminta pertolongan dan melaporkan kejadian kepada guru maupun orang tua.
Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang diperlukan guna melindungi dirinya.
Evaluasi kegiatan dilakukan secara komprehensif melalui pengukuran pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test, observasi partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung, serta penilaian keterampilan melalui simulasi bermain peran.
Baca Juga: Wisuda Diploma III Kebidanan XVI Yakinkan Lulusan Banyak Peluang Kerja
Metode evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman dan kemampuan anak dalam menerapkan prinsip-prinsip Personal Safety Skill dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi secara langsung, tim pengabdian juga menyerahkan media video animasi kepada pihak sekolah dan mitra terkait agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Dengan demikian, pesan-pesan mengenai perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual dapat terus disampaikan kepada anak-anak secara berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan anak dalam menjaga keselamatan dirinya. Edukasi sejak dini diyakini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual di Kota Pontianak, khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Beliung. (iza/ser)
Editor : Miftahul Khair