PONTIANAK POST– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga April 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 1.008.054 orang atau sekitar 81 persen dari target pemerintah sebanyak 1.250.037 penerima.
Capaian tersebut didukung oleh operasional 396 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Barat. Jumlah itu terus bergerak menuju target 586 SPPG yang telah ditetapkan pemerintah.
"Hingga April 2026, Program MBG telah menjangkau 1.008.054 penerima manfaat yang dilayani oleh 396 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Kalbar," kata Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Kalbar, Rahmat Mulyono, dalam diskusi publik di Kantor DJPb Kalbar di Pontianak, Kamis (25/6).
"Jumlah tersebut mendekati target yang ditetapkan sebanyak 1.250.037 penerima manfaat dengan dukungan 586 SPPG."
Menurut Rahmat, capaian tersebut menjadi indikator positif pelaksanaan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Baca Juga: Dinkes Kubu Raya Sebut Dampak Program MBG terhadap Stunting Belum Bisa Diukur
Penguatan Tata Kelola Keuangan Jadi Fokus
Selain memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga berupaya memastikan pengelolaan anggaran program berjalan secara akuntabel.
Kanwil DJPb Kalimantan Barat bersama Balai Diklat Keuangan Pontianak memperkuat tata kelola keuangan pada tingkat SPPG melalui inovasi layanan Financial Advisory Pembukuan Akuntan SPPG berbasis aplikasi KAPUAZ.
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu satuan pelayanan melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Melalui sistem itu, pengelolaan dana MBG diharapkan semakin efektif dan tepat sasaran sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Menyasar Kualitas Generasi Masa Depan
Program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak dan kelompok sasaran memperoleh asupan gizi yang cukup.
Dengan semakin luasnya jangkauan penerima manfaat, program ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Program Sekolah Rakyat Mulai Direalisasikan
Dalam forum yang sama, Kanwil DJPb Kalbar juga memaparkan perkembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia.
"Hingga April 2026, realisasi dukungan anggaran Program Sekolah Rakyat tercatat mencapai Rp1,34 miliar yang tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas," tuturnya.
Baca Juga: Mahasiswa Kalbar Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP dalam Aksi di Bundaran Digulis Pontianak
Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan masyarakat melalui penyediaan layanan pendidikan, pembinaan tenaga pendidik, serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
Pemerintah berharap sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis dan Program Sekolah Rakyat dapat memperkuat fondasi pembangunan manusia di Kalimantan Barat, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.*
Editor : Uray Ronald