Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Orang Kalbar Gemar Berdonasi, Jadi Provinsi dengan Bantuan Yatim dan Difabel Terbesar di Indonesia

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 26 Juni 2026 | 00:57 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama anak yatim pada perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan penyaluran bantuan yatim dan penyandang disabilitas terbesar secara nasional. (Foto: Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama anak yatim pada perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan penyaluran bantuan yatim dan penyandang disabilitas terbesar secara nasional. (Foto: Kemenag)

PONTIANAK POST – Kalimantan Barat mencatatkan capaian membanggakan dalam program Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026. Dalam program kolaborasi nasional yang digelar Kementerian Agama bersama berbagai lembaga filantropi, Kalbar menjadi provinsi dengan nilai pendistribusian bantuan terbesar di Indonesia, mencapai Rp7.575.980.800.

Capaian tersebut diumumkan dalam perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel yang berlangsung di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Secara nasional, program ini berhasil menghimpun dan menyalurkan bantuan senilai Rp23,55 miliar kepada puluhan ribu anak yatim dan penyandang disabilitas di berbagai daerah.

Keberhasilan Kalbar menempati posisi tertinggi menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu kelompok rentan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Lebih dari Santunan, Menjadi Harapan bagi Anak-Anak Rentan

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan kekuatan utama program tersebut terletak pada kolaborasi lintas sektor.

“Kekuatan utama program ini adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, manfaat yang dirasakan anak-anak menjadi jauh lebih besar,” ujarnya, dilansir dari ANTARA.

Penghimpunan dan penyaluran bantuan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), perbankan syariah, hingga sejumlah Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).

Menurut Abu, program kolaborasi Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah telah menjangkau 50.113 anak yatim dan 2.488 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Kalbar Menjadi Simbol Kuatnya Kepedulian Sosial

Dari 38 provinsi yang berpartisipasi, Kalimantan Barat menjadi daerah dengan distribusi bantuan tertinggi. Angka tersebut menyumbang hampir sepertiga dari total bantuan nasional yang disalurkan dalam program kolaboratif tersebut.

Capaian ini menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Kalbar masih tumbuh kuat. Ribuan anak yatim dan penyandang disabilitas mendapatkan manfaat langsung dari bantuan yang disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan.

Sementara itu, Rumah Zakat tercatat sebagai lembaga dengan kontribusi pendistribusian terbesar dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

Pemberdayaan Jadi Fokus Utama Program Tahun Ini

Abu menegaskan bahwa Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 tidak hanya berfokus pada santunan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, anak-anak yatim dan penyandang disabilitas tidak lagi ditempatkan sebagai objek bantuan semata, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensi terbaik mereka. Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi bagian penting dari pembangunan sosial keagamaan,” katanya.

Lima Zona Festival untuk Mengembangkan Potensi Anak

Program Lebaran Yatim dan Difabel tahun ini dikemas melalui lima zona kegiatan yang saling terintegrasi.

Zona Tumbuh menjadi ruang edukasi dan pembelajaran. Zona Berdaya difokuskan untuk pengembangan kapasitas dan keterampilan. Barokah Market menjadi etalase produk pemberdayaan peserta.

Selain itu terdapat Zona Ekspresi yang memberi ruang bagi kreativitas dan seni anak-anak, serta Zona Cahaya yang menjadi area pelelangan karya hasil binaan peserta.

Konsep tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan, bakat, dan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

Gerakan Nasional yang Menjangkau Seluruh Indonesia

Pelaksanaan Lebaran Yatim dan Difabel 2026 melibatkan 14 lembaga di tingkat pusat. Kegiatan puncak di Jakarta dihadiri langsung oleh 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas.

Program ini juga dilaksanakan secara serentak melalui 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Abu menilai keberhasilan penghimpunan bantuan hingga Rp23,55 miliar menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia,” ujarnya. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bantuan anak yatim #Lebaran Yatim 2026 #Penyandang Disabilitas #kalimantan barat #kementerian agama