PONTIANAK – Upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah masyarakat di Pulau Borneo kembali berlanjut. Majelis Islam Sarawak dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat sepakat melaksanakan Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Kuching, Sarawak, pada tahun ini.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan delegasi kedua lembaga di Novotel Hotel Pontianak, Jumat (26/6).
Delegasi Sarawak dipimpin Yang Dipertua Majlis Islam Sarawak Datuk Haji Misnu bin Haji Taha, sedangkan LPTQ Kalbar diwakili Ketua II Dr. H. Harjani Hefni, Lc., M.A. Pertemuan turut disaksikan Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri bin Abd Rahim.
Datuk Haji Misnu bin Haji Taha menyatakan Pemerintah Negeri Sarawak memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah kompetisi tilawah Al-Quran, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan masyarakat Islam di Pulau Borneo.
"Pemerintah Negeri Sarawak telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo menjadi agenda bersama yang berkesinambungan dan mampu memperkuat hubungan antara Sarawak, Kalimantan, Sabah, Labuan, serta Brunei Darussalam," ujarnya.
Ketua II LPTQ Kalbar Dr. H. Harjani Hefni menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas negara ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan qari dan qariah sekaligus memperluas syiar Al-Quran di kawasan Borneo.
"Kami mengapresiasi dukungan Majlis Islam Sarawak. Semoga kegiatan ini semakin mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas peserta, serta menjadi media pertukaran pengalaman dalam pembinaan tilawah dan tahfiz Al-Quran di kawasan Borneo," katanya.
Dalam pertemuan itu juga disepakati sejumlah pengembangan cabang musabaqah. Bila pada penyelenggaraan sebelumnya hanya mempertandingkan cabang tilawah putra dan putri, maka pada 2026 akan ditambah cabang hafalan Al-Quran 1 hingga 15 juz untuk putra dan putri.
Peserta berasal dari seluruh wilayah di Pulau Borneo, yakni lima provinsi di Kalimantan—Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara—serta Sarawak, Sabah, Labuan, dan Brunei Darussalam.
Selain musabaqah, panitia juga akan menggelar pameran serta seminar internasional yang membahas perkembangan pembinaan Al-Quran di kawasan Borneo.
Panitia menyiapkan hadiah yang cukup besar, yakni Juara I sebesar RM10.000, Juara II RM7.000, Juara III RM5.000, serta Harapan RM1.500. Seluruh pemenang juga akan menerima trofi dan sertifikat.
Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri bin Abd Rahim, menyambut positif penyelenggaraan event tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga MTQ Antarbangsa se-Borneo menjadi agenda tetap yang bergilir antara wilayah di Pulau Borneo.
"Kami berharap penyelenggaraan kedua ini berlangsung sukses di Kuching. LPTQ Kalbar selama ini telah menjadi mitra yang baik dan diharapkan terus menjadi penghubung dengan LPTQ di seluruh Kalimantan untuk memperkuat partisipasi peserta," ujarnya.
Berawal dari Pontianak
Rencana penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kelanjutan dari sukses MTQ Pertama Antarbangsa se-Borneo yang digelar di Pontianak pada 28–30 November 2023. Ajang yang diprakarsai LPTQ Kalbar itu menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya mempertemukan qari dan qariah dari seluruh wilayah Pulau Borneo dalam satu musabaqah internasional.
Saat itu peserta berasal dari lima provinsi di Kalimantan, Sarawak dan Sabah. Cabang yang diperlombakan masih terbatas pada tilawah putra dan putri usia 17–40 tahun.
Penyelenggaraan perdana tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai berhasil membangun silaturahmi lintas negara sekaligus membuka ruang kerja sama pembinaan Al-Quran di kawasan Borneo. Kesuksesan itulah yang kemudian mendorong lahirnya kesepakatan untuk melanjutkan kegiatan secara bergilir, dengan Sarawak direncanakan menjadi tuan rumah pada tahun 2026.
Dengan penambahan cabang tahfiz, pameran, dan seminar internasional, penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi ajang yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi MTQ Antarbangsa se-Borneo sebagai forum syiar Al-Quran dan pemersatu masyarakat di Pulau Borneo.**
Editor : Salman Busrah