Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemkot Pontianak Tebarkan 1.900 Liter Eco Enzyme untuk Pulihkan Kualitas Air Parit

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:49 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Sebanyak 1.900 liter eco enzyme ditebarkan di parit sepanjang 2,1 kilometer di Jalan Alianyang hingga Jalan Pangeran Natakusuma, Pontianak.

Gerakan yang melibatkan ratusan warga dan pelajar ini menjadi ikhtiar bersama memulihkan kualitas air sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Selain itu, enam tangki kendaraan pemadam kebakaran berisi eco enzyme juga diterjunkan untuk menyemprotkan eco enzyme ke parit.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. 

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Dorong Smart City Pontianak Berperspektif Hak Digital dan Inklusif

Menurut Edi, kegiatan penaburan eco enzyme merupakan salah satu bentuk aksi nyata untuk menjaga kualitas lingkungan, khususnya kebersihan jaringan parit yang menjadi bagian penting dari sistem drainase sekaligus identitas Kota Pontianak.

"Sebagai kota yang dikenal memiliki jaringan parit yang luas, menjaga kebersihannya merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya usai menyemprotkan cairan eco enzyme secara simbolis di parit depan Kantor Terpadu Alianyang, Jumat (26/6).

“Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah pencemaran lingkungan akibat sampah dan limbah rumah tangga maupun pelaku usaha yang masuk ke parit, sehingga menurunkan kualitas lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko genangan dan banjir, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.”

Ia menjelaskan, eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti sisa buah-buahan, yang memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan. Selain membantu memperbaiki kualitas air dan mengurangi bau, pemanfaatan eco enzyme juga menjadi salah satu cara mengolah sampah organik agar memiliki nilai guna.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Teken MoU Beasiswa dengan Kampus Tiongkok, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

"Melalui kegiatan ini kita belajar bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi eco enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan," katanya.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, terus berkomitmen meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai program, di antaranya pengurangan sampah dari sumbernya berbasis masyarakat, penguatan bank sampah, penambahan ruang terbuka hijau, serta edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui sekolah dan komunitas.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Kejar Penambahan 79 Ribu Peserta JKN untuk Capai UHC Berkualitas

"Mari kita ubah kepedulian menjadi tindakan, dan tindakan menjadi budaya. Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan dan generasi yang akan datang, sekaligus mewujudkan Kota Pontianak yang bersih, hijau, tangguh, dan berkelanjutan," tuturnya.

Edi juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas pegiat lingkungan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, sekolah, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menjaga lingkungan di Kota Pontianak. 

“Saya berharap masyarakat terus membudayakan pengelolaan sampah secara mandiri, membuang sampah sesuai tempat dan waktu yang telah ditetapkan, serta menjaga parit dan sungai dari pencemaran sampah maupun limbah rumah tangga dan industri," tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono menyebut, Kota Pontianak mulai menerapkan penaburan eco enzyme di sejumlah parit sebagai upaya memperbaiki kualitas air dan mengurangi pencemaran lingkungan. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Baca Juga: Pemkot Singkawang Perkuat Program STBM untuk Percepat Sanitasi Layak dan Status ODF

Ia menambahkan, program tersebut dilatarbelakangi kondisi sejumlah parit di Kota Pontianak yang mulai tercemar oleh limbah rumah tangga maupun limbah dari kegiatan usaha.

“Parit-parit kita saat ini mulai tercemar sehingga menimbulkan bau dan berbagai permasalahan lingkungan lainnya. Karena itu kami mencari solusi yang berbasis ilmu pengetahuan, salah satunya melalui penggunaan eco enzyme,” ucapnya.

Usmulyono bilang, eco enzyme berfungsi sebagai media yang mengandung mikroorganisme baik untuk menekan perkembangan bakteri pencemar di perairan. Dengan demikian, kualitas air diharapkan dapat meningkat secara bertahap.

“Kalau diibaratkan, eco enzyme ini adalah bakteri baik yang akan mengurangi bakteri jahat di dalam air. Harapannya parit tidak lagi berbau, kadar oksigen meningkat, dan kondisi badan air menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan Pontianak menjadi salah satu daerah pionir dalam penerapan program tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa baru dilakukan di Bali dan kawasan Cisadane.

“Setahu kami, yang sudah melakukan ini baru Bali dan Cisadane. Pontianak menjadi daerah ketiga yang melaksanakannya. Mudah-mudahan hasilnya berhasil dan bisa menjadi gerakan yang lebih masif,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, DLH turut melibatkan para pelajar di Kota Pontianak. Sebelum memproduksi eco enzyme, para siswa terlebih dahulu mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara pembuatannya.

Dari hasil kegiatan tersebut, berhasil terkumpul sekitar 1.900 liter eco enzyme yang kemudian digunakan dalam kegiatan penaburan massal.

Apabila hasil program ini menunjukkan dampak positif, maka penerapannya akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Pontianak.

“Kami menargetkan program ini nantinya menjangkau enam kecamatan agar seluruh badan air di Kota Pontianak memiliki kualitas yang lebih baik,” terangnya.

Sebelum penaburan dilakukan, DLH telah mengambil sampel air untuk diuji. Pengambilan sampel kembali akan dilakukan sekitar satu bulan setelah penaburan guna melihat perubahan kualitas air yang terjadi.

“Hari ini kami sudah mengambil sampel sebelum penaburan. Sekitar satu bulan ke depan akan diambil lagi untuk dibandingkan hasilnya. Dari situ kita bisa melihat efektivitas program ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, manfaat jangka pendek yang diharapkan adalah berkurangnya bau pada parit, sedangkan dalam jangka panjang program tersebut diharapkan mampu memulihkan ekosistem perairan dan mengembalikan keberadaan biota air yang selama ini berkurang akibat pencemaran.

“Kalau kualitas air dan kadar oksigennya semakin baik, maka biota-biota air yang sebelumnya hilang diharapkan dapat kembali berkembang,” tukasnya.

Keterlibatan pelajar dalam gerakan penaburan eco enzyme juga menjadi bagian penting dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Salah seorang peserta kegiatan, Yaya Ditami, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kota Pontianak, mengaku senang dapat terlibat dalam aksi tersebut.

Menurut Yaya, ia memahami bahwa eco enzyme memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi tanaman, tetapi juga untuk menjaga kualitas lingkungan, khususnya perairan.

"Menurut saya, eco enzyme bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, membuat tanaman lebih segar, dan membantu pertumbuhannya. Kalau untuk parit, eco enzyme juga dapat membantu menjaga kualitas air serta membersihkan zat-zat yang mencemari air," paparnya.

Yaya mengatakan dirinya turut mengikuti proses pembuatan eco enzyme di sekolah bersama teman-temannya. Saat ini hasil yang mereka buat masih dalam tahap fermentasi sebelum nantinya dapat dimanfaatkan.

"Saya ikut membuat sekitar 10 botol eco enzyme di sekolah. Sekarang masih dalam proses fermentasi, jadi memang belum bisa digunakan," katanya.

Meski masih harus terus belajar mengenai proses pembuatannya, Yaya mengaku antusias mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan karena sesuai dengan minatnya.

"Saya senang mengikuti kegiatan ini karena saya memang suka kegiatan yang berkaitan dengan alam," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh pelajar dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya parit, agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran.

"Mari kita jaga parit, jaga lingkungan, dan jaga kebersihan. Karena kebersihan adalah bagian dari iman. Jangan pernah merusak lingkungan sekitar," pesannya.(iza)

 

Editor : Hanif
#eco enzym #kualitas air #pemkot pontianak #pencemaran