Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Wagub Kalbar Dorong Pondok Pesantren Jadi Pilar Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter

Marsita Riandini • Senin, 29 Juni 2026 | 09:50 WIB
Wakil Gubernur, Krisantus, melakukan peletakan tiang pertama pembangunan perluasan asrama bagi para asatidz (guru) sebagai tanda dimulainya pengembangan sarana pendidikan di Pondok Pesantren Khairul Munaajah Al Khoziny, Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6).  (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubernur, Krisantus, melakukan peletakan tiang pertama pembangunan perluasan asrama bagi para asatidz (guru) sebagai tanda dimulainya pengembangan sarana pendidikan di Pondok Pesantren Khairul Munaajah Al Khoziny, Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6). (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan kualitas pondok pesantren (ponpes) melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan.

"Pemerintah berupaya agar pondok pesantren terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan memiliki standar yang sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya, tanpa meninggalkan kekhasannya sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Haflatul Imtihan atau pelepasan santri SMP Islam Khairul Munaajah Al Khoziny yang dirangkaikan dengan peringatan Haul ke-3 KH. Abdullah bin KH. Khofi dan Nyai Fatimah binti Ahmad, di Pondok Pesantren Khairul Munaajah Al Khoziny, Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6).

Baca Juga: Wisuda Perdana TPQ Lancar Alquran Tebas, 13 Santri Rayakan Kelulusan dengan Pawai Meriah

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pondok pesantren di Kalbar yang selama ini tetap konsisten memberikan pelayanan pendidikan meskipun dengan berbagai keterbatasan.

"Di tengah minimnya dukungan, pesantren tetap mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing. Ini merupakan bentuk pengabdian luar biasa yang patut diapresiasi," katanya.

Menurut Krisantus, keunggulan pendidikan pesantren terletak pada keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan umum dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter. Bekal tersebut diyakini akan melahirkan generasi yang siap berkarya sekaligus memiliki integritas moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman. Ia menegaskan bahwa isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat tidak boleh mendapat ruang di Kalbar.

Baca Juga: Temui 8 Santriwati, Komnas HAM Kritik Lambannya Penanganan Kasus Pencabulan di Ponpes Pati

"Kalbar adalah rumah besar kita bersama. Apa pun suku dan agama kita, mari kita jaga, rawat, dan pelihara keberagaman ini karena justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah," tegasnya.

Ia mencontohkan semangat kebersamaan yang terlihat dalam penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak, di mana seluruh elemen masyarakat bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa persatuan merupakan modal utama pembangunan daerah.

Selain itu, Krisantus juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya menjaga standar keamanan pangan agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Wakil Bupati Kubu Raya Dorong Pondok Pesantren Urus Izin Resmi untuk Akses Bantuan Pemerintah

Menurutnya, setiap dapur MBG harus dikelola sesuai standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional, termasuk pengawasan terhadap kualitas dan kandungan gizi makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat. Ia mendorong agar pondok pesantren, sekolah berasrama, maupun yayasan pendidikan dari berbagai latar belakang keagamaan dapat menjadi lokasi pembangunan dapur MBG.

Menurutnya, model tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lembaga melalui pengembangan budidaya ikan, peternakan ayam, maupun pertanian sayur yang hasilnya dapat menopang operasional yayasan.

"Dapur MBG yang dikelola pesantren akan menjadi program yang tepat sasaran karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para santri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan," ungkapnya. (mrd/r)

 

Editor : Hanif
#Krisantus Kurniawan #Pilar Pendidikan #Wagub Kalbar #santri #pondok pesantren