PONTIANAK POST — Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memerintahkan seluruh personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia memperketat pengawasan di jalur tikus kawasan perbatasan Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyelundupan barang ilegal, peredaran narkotika, serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Perintah tersebut disampaikan Pangdam saat memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Senin (29/6).
Baca Juga: DPR RI Apresiasi Gerak Cepat Satgas Lundup Polri, Kasus Penyelundupan di Kalbar Jadi Sorotan
Jalur Tikus Jadi Titik Rawan Aktivitas Ilegal
Kedua batalyon tersebut resmi menggantikan satuan sebelumnya untuk melaksanakan pengamanan di sektor barat dan sektor timur perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan jalur tidak resmi di kawasan perbatasan masih menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal lintas negara.
"Perketat pengawasan di jalur tikus, antisipasi pelintas batas ilegal, serta tingkatkan deteksi dini terhadap penyelundupan narkotika dan TPPO."
Baca Juga: Pemerintah Amankan 43 Kontainer Pakaian Bekas Ilegal, Gudang di Kubu Raya dan Mempawah Ikut Disasar
Menurutnya, tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga patok perbatasan, tetapi juga memastikan keamanan wilayah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
Kompleksitas pengamanan perbatasan Kalimantan Barat juga tercermin dari banyaknya jalur tidak resmi yang harus diawasi aparat.
Berdasarkan paparan Kanwil Imigrasi Kalbar, wilayah perbatasan sepanjang sekitar 966 kilometer memiliki sekitar 70 titik jalur tikus, sementara TNI menyebut jalur-jalur tersebut masih menjadi celah penyelundupan barang ilegal, narkotika, dan tindak pidana lintas negara sehingga membutuhkan pengawasan berlapis.
Satgas Diminta Perkuat Kehadiran Negara di Perbatasan
Selain menjalankan tugas pengamanan, Pangdam meminta seluruh personel aktif melaksanakan pembinaan teritorial dan memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kehadiran negara sekaligus membangun kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Pangdam juga meminta seluruh prajurit segera beradaptasi dengan daerah penugasan, memahami karakteristik serta budaya masyarakat setempat.
Ia menekankan agar seluruh personel tetap berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI selama menjalankan tugas.
"Tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan kehormatan dan kepercayaan negara. Jaga nama baik satuan dan negara dengan penuh tanggung jawab."
Pangdam Akui Masih Ada Kendala di Lapangan
Dalam arahannya, Pangdam mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi personel di lapangan.
Beberapa di antaranya adalah keterbatasan alat deteksi narkotika, kondisi kendaraan operasional yang mulai menua, serta minimnya infrastruktur dasar seperti jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih di sejumlah pos perbatasan.
Meski demikian, ia meminta seluruh personel tetap menjalankan tugas secara optimal dan menjaga kesiapsiagaan selama bertugas.
Baca Juga: Bareskrim Polri Musnahkan 20 Ton Bawang Impor Ilegal di Pontianak dari Jalur Tikus
Garda Terdepan Menjaga Kedaulatan Negara
Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan personel maupun materiil selama menjalankan operasi.
Ia meminta proses serah terima pos dilaksanakan dengan baik agar pengamanan perbatasan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kesiapsiagaan satuan.
Dengan penugasan tersebut, Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani resmi menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat.
Pengamanan Perbatasan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Penguatan pengawasan di jalur tikus menunjukkan fokus aparat dalam menekan berbagai aktivitas ilegal lintas negara yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan perbatasan.
Selain menjaga kedaulatan negara, keberadaan Satgas Pamtas juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan memperkuat kehadiran negara bagi masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.*
Editor : Uray Ronald