Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ekspor Perdana ke Pasar Internasional, Terminal Kijing Mencatatkan Throughput 1,5 Juta Ton

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:39 WIB
Ekspor perdana terminal kijing ke pasar internasional.
Ekspor perdana terminal kijing ke pasar internasional.

PONTIANAK POST - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah kembali menorehkan tonggak penting dalam pengembangan sektor logistik dan perdagangan internasional. Pelindo resmi melepas ekspor perdana (maiden voyage) petikemas menuju pasar internasional melalui Terminal Kijing Mempawah yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas).

Layanan perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik , meningkatkan efisiensi rantai logistik, serta memperkuat daya saing komoditas unggulan di pasar global sehingga mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional, menarik investasi baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Pada pelaksanaan ekspor perdana tersebut, sejumlah eksportir dari kawasan Pelabuhan Kijing dan Tayan mengirimkan berbagai komoditas unggulan. Dari Pelabuhan Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 kontainer 20 feet berisi Alumina Hydroxide menuju Pasir Gudang, Malaysia. PT Unicoco Industries Indonesia turut mengirimkan dua kontainer produk olahan kelapa (Dedicated Coconut) ke tujuan yang sama, sementara PT Ferrindo mengekspor 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok. Sementara itu, dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan sebanyak 150 kontainer berukuran 20 feet dengan tujuan Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Baca Juga: Terminal Kijing Mulai Ekspor Perdana, 180 Kontainer Komoditas Kalbar Dikirim ke Pasar Global

Seiring dengan dimulainya layanan ekspor petikemas, kinerja Terminal Kijing terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak dioperasikan oleh PTP Nonpetikemas. Throughput meningkat dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024, dan menembus 4 juta ton pada 2025. Memasuki Triwulan I 2026, Terminal Kijing kembali mencatatkan throughput sekitar 1,5 juta ton, yang didominasi oleh komoditas curah kering sebesar 845 ribu ton dan curah cair sebesar 662 ribu ton.

Dari sisi pencapaian target, kinerja penanganan curah kering mencapai 223 persen, curah cair 168 persen, sementara bag cargo mencapai 93 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas bongkar muat dan meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap Terminal Kijing.

Sebagai operator Terminal Kijing, Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan bahwa PTP Nonpetikemas berkomitmen menghadirkan layanan operasional yang handal, aman, dan produktif guna mendukung kelancaran arus logistik melalui terminal tersebut.

"Sebagai operator di Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas berkomitmen memastikan seluruh layanan bongkar muat dan kepelabuhanan berjalan secara optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, produktivitas, dan kualitas layanan. Kesiapan sumber daya manusia, peralatan modern, serta penerapan standar operasional yang baik menjadi fokus kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa dan mendukung kelancaran arus logistik nasional maupun internasional," ujarnya.

Baca Juga: Terminal Kijing Mulai Ekspor Perdana, 180 Kontainer Komoditas Kalbar Dikirim ke Pasar Global

Untuk mendukung operasional kepelabuhanan, Terminal Kijing dilengkapi berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk melayani beragam jenis komoditas. Terminal ini memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT, dermaga multipurpose sepanjang 250 meter, dermaga curah cair sepanjang 500 meter, serta dermaga curah kering sepanjang 389 meter. Selain itu tersedia Container Yard, Empty Container Yard, Container Freight Station (CFS), area reefer, fasilitas pemeriksaan fisik terpadu, trestle, piperack, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Fasilitas tersebut didukung peralatan bongkar muat modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, chassis, conveyor, hopper, grab, dan bucket yang memungkinkan pelayanan petikemas, curah cair, curah kering, maupun general cargo dilakukan secara efisien dan produktif.

Keberhasilan pelepasan ekspor perdana ini semakin memperkuat peran Terminal Kijing sebagai gerbang logistik baru di Kalimantan Barat. Melalui sinergi Pelindo Group, pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, serta didukung layanan operasional yang handal dari PTP Nonpetikemas sebagai operator terminal, Terminal Kijing diharapkan mampu mendorong efisiensi logistik, meningkatkan daya saing ekspor, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(iza)

Editor : Hanif
#ekspor perdana #Pelindo Grup #Triwulan I #internasional #terminal kijing