PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, memimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalbar di Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Senin (29/6). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang Tragedi Mandor, salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Kalbar.
Pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943–1944, ribuan tokoh masyarakat Kalbar, mulai dari raja, sultan, tokoh adat, ulama, guru, dokter, intelektual hingga pemimpin masyarakat menjadi korban penangkapan dan pembunuhan tanpa proses hukum.
Peristiwa yang diperkirakan menewaskan sekitar 21.037 jiwa tersebut dilakukan oleh tentara Jepang dengan tujuan melemahkan kekuatan kepemimpinan masyarakat Kalbar agar tidak melakukan perlawanan.
Baca Juga: Hari Berkabung Kalbar, Wabup Kayong Utara Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Juang Para Pahlawan
Sekda Kalbar Harisson menegaskan bahwa Hari Berkabung Daerah bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan para tokoh serta masyarakat Kalbar yang gugur dalam Tragedi Mandor.
“Hari ini seluruh masyarakat Kalbar memperingati Hari Berkabung Daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh dan pejuang Kalbar yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang,” ujarnya.
Menurut Harisson, sejarah Tragedi Mandor harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai perjuangan, semangat pengorbanan, dan kecintaan terhadap daerah tetap terjaga.
“Hari Berkabung Daerah bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Karena itu, generasi muda harus memahami sejarah dan menjadikan perjuangan para pendahulu sebagai inspirasi,” tegasnya.
Baca Juga: Hari Berkabung Jadi Pengingat Sejarah Kalbar, Wagub Sanggau Ajak Generasi Muda Hargai Jasa Pahlawan
Ia mengajak generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, prestasi, pengabdian, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan. Saat ini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja dengan baik, menjaga persatuan, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Harisson juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus melakukan penataan dan rehabilitasi kawasan Makam Juang Mandor agar menjadi kawasan sejarah yang lebih representatif sekaligus pusat pembelajaran bagi masyarakat.
Menurutnya, Makam Juang Mandor memiliki nilai sejarah yang penting sehingga perlu dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah daerah.
“Kami ingin Makam Juang Mandor menjadi salah satu destinasi wisata sejarah perjuangan di Kalbar. Harapannya, masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, dapat datang ke sini untuk belajar dan memahami bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal,” katanya.
Hari Berkabung Daerah Kalbar diperingati setiap 28 Juni berdasarkan Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 298 Tahun 2007. Peringatan ini menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan para korban Tragedi Mandor sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian. (mse)
Editor : Hanif