Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Jajaki Penerbangan Langsung ke China demi Dongkrak Ekonomi dan Wisata

Uray Ronald • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:51 WIB
‎Pesawat Scoot saat tiba di Bandara Internasional Supadio rute Singapura-Pontianak, Senin (29/6). Penerbangan langsung ini sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST)
‎Pesawat Scoot saat tiba di Bandara Internasional Supadio rute Singapura-Pontianak, Senin (29/6). Penerbangan langsung ini sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menjajaki pembukaan rute penerbangan langsung Pontianak–China sebagai langkah memperluas konektivitas internasional. Rute yang dipersiapkan menuju Beijing maupun Guangzhou itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga ekspor komoditas unggulan daerah.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan rencana tersebut setelah penerbangan langsung Pontianak–Singapura berhasil direalisasikan. Pemerintah daerah kini mempersiapkan tahapan berikutnya untuk membuka akses penerbangan menuju China.

"Kami sangat bersyukur penerbangan langsung Pontianak-Singapura sudah terwujud. Selanjutnya kami juga sedang menyiapkan pembukaan penerbangan langsung dari Pontianak menuju China, baik ke Beijing maupun Guangzhou," kata Ria Norsan dilansir Antara, Rabu (1/7).

Baca Juga: Gubernur Kalbar Resmikan Penerbangan Langsung Pontianak–Singapura di Supadio

Penerbangan Internasional Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Menurut Norsan, keberadaan rute internasional akan mempermudah mobilitas masyarakat Kalimantan Barat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di provinsi tersebut.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berupaya memanfaatkan konektivitas udara untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada wisatawan asal Singapura dan China.

Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Infrastruktur Pariwisata Terus Diperkuat

Selain memperluas jaringan penerbangan internasional, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang pariwisata.

Menurut Norsan, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan akses menuju sejumlah destinasi wisata utama, khususnya di Kota Singkawang, saat ini sudah relatif baik. Sementara itu, peningkatan kualitas jalan provinsi terus dipercepat melalui program pembangunan dengan target tingkat kemantapan jalan mencapai 80 persen pada 2030.

"Perbaikan infrastruktur terus kami lakukan, karena akses menuju objek wisata menjadi salah satu kunci berkembangnya sektor pariwisata. Dengan jalan yang semakin baik, mobilitas wisatawan juga akan semakin lancar," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur: Penerbangan Langsung Pontianak-Singapura Buka Peluang Wisata dan Investasi Kalbar

Peluang Baru bagi Ekspor Melalui Kargo Udara

Ria Norsan menilai penerbangan internasional tidak hanya menguntungkan sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang pengembangan logistik dan ekspor melalui layanan kargo udara.

Komoditas perikanan bernilai tinggi seperti ikan, udang, dan kepiting dinilai memiliki prospek besar untuk dipasarkan ke luar negeri karena waktu pengiriman menjadi lebih singkat.

Menurutnya, pelaku usaha di Kalimantan Barat perlu menyiapkan produk yang memenuhi standar pasar internasional agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing komoditas daerah.

Kalbar Ingin Memperkuat Posisi sebagai Gerbang Asia Tenggara

Norsan optimistis semakin luasnya konektivitas internasional akan memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu gerbang Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, integrasi antara peningkatan akses penerbangan, pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata, dan penguatan ekspor akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

"Integrasi antara peningkatan akses penerbangan, pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata, dan penguatan ekspor diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: AHY: Indonesia Mulai Terapkan Sustainable Aviation Fuel pada 2027, Langkah Awal Penerbangan Rendah Emisi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap rute Pontianak–China dapat segera direalisasikan setelah keberhasilan pembukaan penerbangan langsung Pontianak–Singapura.

Kehadiran rute baru tersebut diharapkan semakin menghubungkan Kalimantan Barat dengan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata internasional, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.*

 
Editor : Uray Ronald
#penerbangan Pontianak China #ria norsan #Pariwisata Kalbar #kalimantan barat #penerbangan internasional