PONTIANAK POST – Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, bersilaturahmi dengan tokoh adat Dayak asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sang Pangalangok Jilah atau yang dikenal sebagai Panglima Jilah, pada Rabu (1/7/2026).
Dalam video di media sosial resmi Sekretariat Kabinet RI, suasana pertemuan keduanya tampak hangat dan penuh keakraban, keduanya membahas pentingnya menjaga persatuan serta melestarikan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat Kalimantan Barat karena Panglima Jilah selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh adat Dayak yang konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian budaya Dayak di Pulau Kalimantan.
Dari Mempawah ke Lingkaran Pemerintahan Pusat
Berasal dari Kabupaten Mempawah, Panglima Jilah merupakan pemimpin besar Suku Dayak sekaligus pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR). Kiprahnya tidak hanya dikenal di Kalimantan Barat, tetapi juga menjangkau komunitas Dayak di Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pertemuan dengan Seskab Teddy menunjukkan bahwa isu pelestarian budaya dan penguatan masyarakat adat tetap menjadi bagian penting dalam diskursus kebangsaan di tingkat nasional.
Budaya dan Kearifan Lokal sebagai Perekat Bangsa
Dalam perbincangan tersebut, Teddy dan Panglima Jilah turut menekankan pentingnya merawat nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Bagi masyarakat Dayak, adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga harmoni sosial dan hubungan dengan alam.
Bagi Kalimantan Barat, pertemuan ini memiliki makna simbolis karena menunjukkan bahwa tokoh adat dari daerah turut berperan dalam menyuarakan pentingnya persatuan dan pelestarian budaya di tingkat nasional. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro