Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Polisi Dikepung, Seorang Anggota Gugur dan Dua Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalimantan Tengah

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 2 Juli 2026 | 23:45 WIB
Lokasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang berujung tragis dan menewaskan satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan serta menyebabkan dua personel lainnya masih dalam pencarian, Kamis (2/7/2026). Area sungai dan pemukiman sekitar lokasi disebut menjadi titik terakhir peristiwa penyerangan sebelum aparat menyelamatkan diri ke aliran sungai.
Lokasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang berujung tragis dan menewaskan satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan serta menyebabkan dua personel lainnya masih dalam pencarian, Kamis (2/7/2026). Area sungai dan pemukiman sekitar lokasi disebut menjadi titik terakhir peristiwa penyerangan sebelum aparat menyelamatkan diri ke aliran sungai.

 

PONTIANAK POST – Operasi penggerebekan terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis, Kamis (2/7/2026) dini hari. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dan dua personel lainnya masih dalam pencarian setelah tim polisi dikepung dan diserang massa.

Korban yang gugur adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Sementara dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga Kamis siang belum diketahui keberadaannya.

Berangkat Malam Hari, Polisi Buru Bandar Sabu Residivis

Informasi yang dihimpun menyebutkan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diberangkatkan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Operasi dipimpin langsung Kasatresnarkoba Polres Katingan AKP Affan Efendi Batubara.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Target operasi adalah seorang pria berinisial BIO yang diduga sebagai bandar sabu dan residivis kasus narkotika bersama rekannya berinisial BUSU.

Penangkapan Berubah Menjadi Penyerangan

Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama yang dipimpin Kasatresnarkoba bertugas melakukan penyergapan ke rumah target operasi. Tim kedua bersiaga sebagai pendukung.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana. Petugas berhasil mengamankan BIO.

Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pria keluar dari arah dapur sambil mengayunkan parang ke arah anggota polisi. Tak lama kemudian, dua pria lainnya juga muncul membawa senjata tajam dan mengarah ke petugas.

Melihat kondisi yang membahayakan keselamatan personel, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun peringatan itu tidak dihiraukan.

Karena serangan terus berlanjut, petugas kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur. Seorang pria bernama Teriyo (40), yang disebut ikut menyerang polisi, terkena tembakan dan meninggal dunia di lokasi.

Massa Berdatangan, Polisi Menyelamatkan Diri ke Sungai

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar.

Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan ke lokasi sambil membawa parang, balok kayu hingga senjata api rakitan. Massa kemudian mengepung dan menyerang personel Satresnarkoba yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

Dalam kondisi terdesak, Tim 1 meminta bantuan penebalan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Sambil menunggu bantuan datang, para anggota memutuskan mundur dan berlari menuju tepian sungai. Mereka kemudian nekat berenang menyeberangi aliran sungai yang deras menuju sebuah pulau kecil di tengah sungai untuk menyelamatkan diri.

Tiga Polisi Kelelahan, Satu Gugur dan Dua Hilang

Setelah sempat bersembunyi di pulau kecil, para personel kembali berusaha menyeberangi sungai.

Namun derasnya arus dan kondisi fisik yang mulai kelelahan membuat tiga anggota, yakni Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana, tidak mampu melanjutkan renang hingga ke seberang.

Dalam kondisi kritis, ketiganya sempat berteriak, "Saya menyerah...", sebelum akhirnya terseret kembali ke tepian sungai yang telah dipenuhi warga.

Lima personel lainnya berhasil mencapai seberang dan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi.

Aipda Yudhie kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lanting. Sementara dua rekannya hingga kini masih dalam pencarian.

Kapolres dan Kapolda Fokus Cari Dua Anggota yang Hilang

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan fokus utama saat ini adalah menemukan dua personel yang belum diketahui keberadaannya.

"Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan," kata Dodik.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan telah mengirim tim dari Polda Kalteng untuk memperkuat penanganan perkara dan membantu pencarian.

"Yang pasti, saat ini prioritas utama saya adalah menyelamatkan anggota saya yang masih dalam pencarian," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengutuk keras perlawanan terhadap aparat dan meminta pelaku diproses hukum secara tegas.

"Harus ditindak tegas. Hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. Kami berharap pelakunya dihukum seberat-beratnya agar menjadi efek jera bagi yang lain," ujarnya.

Besarnya risiko yang dihadapi aparat dalam operasi di Katingan tidak terlepas dari masih tingginya peredaran narkotika di Kalimantan Tengah.

Polda Kalteng bersama 14 Polres jajaran mengungkap 331 kasus narkoba dan menangkap 439 tersangka sepanjang Semester I 2026. Sementara itu, BNN Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025 menangani 42 kasus tindak pidana narkotika, mengamankan 87 tersangka, dan membongkar sembilan jaringan narkotika lintas provinsi.

Hingga berita ini diturunkan, dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih belum ditemukan. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah, Polres Katingan, dan Polsek Katingan Tengah terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran sungai guna mencari kedua personel tersebut.

Keluarga Aipda Yudhie Harap Pelaku Ditangkap

Jenazah Aipda Yudhie Perdana Putra tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Kamis (2/7/2026) sore, setelah dievakuasi dari Tumbang Samba. Menurut keterangan pihak keluarga, almarhum mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tangan dan akan menjalani proses autopsi.

Bagi keluarga, kepergian Aipda Yudhie meninggalkan duka mendalam. Almarhum yang telah lebih dari 10 tahun bertugas di Satresnarkoba Polres Katingan itu meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Menurut pamannya, Labih, Aipda Yudhie dikenal sebagai sosok sederhana, tidak banyak menuntut, dan kerap membantu sanak saudara.

"Yudhie orangnya baik, suka membantu keluarga, dan tidak pernah macam-macam. Kami sangat kehilangan," kata Labih. 

Keluarga pun berharap para pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami meminta para pelaku segera ditangkap. Narkoba tidak hanya merusak pelakunya, tetapi juga meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Labih. (ars)

 

Tabel Kronologis Operasi Penggerebekan di Tumbang Kalemei, Katingan, Kalimantan Tengah

Waktu Peristiwa
Rabu, 1 Juli 2026 Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diberangkatkan dari Polres Katingan sekitar pukul 21.00 WIB untuk operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Rabu malam – Kamis dini hari Tim dipimpin AKP Affan Efendi Batubara menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam menuju lokasi operasi.
Kamis, 2 Juli 2026 sekitar 00.30 WIB Tim tiba di lokasi dan membagi dua kelompok: tim penindakan dan tim pendukung.
Dini hari Operasi awal berjalan sukses, target berinisial BIO berhasil diamankan.
Dini hari (setelah penangkapan BIO) Situasi berubah ketika terjadi perlawanan menggunakan senjata tajam oleh beberapa pria lain.
Dini hari Polisi melakukan tembakan peringatan, namun serangan tetap berlanjut. Seorang pria bernama Teriyo tertembak dan meninggal di lokasi.
Dini hari Kematian Teriyo memicu kemarahan warga. Puluhan massa datang membawa parang, balok kayu, dan senjata api rakitan, lalu mengepung polisi.
Dini hari Personel Satresnarkoba meminta bantuan tambahan dan mulai mundur ke arah sungai untuk menyelamatkan diri.
Dini hari Polisi menyeberangi sungai dan bertahan di pulau kecil di tengah aliran sungai.
Dini hari Dalam kondisi kelelahan, tiga anggota (Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana) kesulitan menyeberang kembali akibat arus deras.
Dini hari Lima personel berhasil mencapai seberang dan bersembunyi di hutan sebelum dievakuasi.
Dini hari Tiga anggota terseret arus; sempat terdengar teriakan menyerah sebelum kembali terbawa arus sungai.
Kamis pagi Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting.
Kamis siang Dua personel, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian.
Kamis siang–sore Tim gabungan Polda Kalteng, Polres Katingan, dan Polsek Katingan Tengah melakukan penyisiran di lokasi dan sepanjang sungai.
Kamis sore Jenazah Aipda Yudhie tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Setelah kejadian Kapolres dan Kapolda Kalteng menegaskan fokus pencarian dua anggota yang hilang dan penguatan penanganan kasus.
Setelah kejadian Gubernur Kalteng mengecam keras penyerangan dan meminta pelaku diproses hukum tegas.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#penggerebekan bandar narkoba Katingan #polisi gugur di Katingan #dua polisi hilang #Desa Tumbang Kalemei #Satresnarkoba Polres Katingan