Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemadaman Listrik Kalimantan: Pemda dan Masyarakat Desak PLN Percepat Pemulihan

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 3 Juli 2026 | 22:22 WIB
Penampakan mati lampu di Jalan Sejahtera Singkawang malam ini, Kamis (2/7). (HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST)
Penampakan mati lampu di Jalan Sejahtera Singkawang malam ini, Kamis (2/7). (HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Pemadaman listrik Kalimantan meluas di sejumlah provinsi sejak Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7), mengganggu aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, perkantoran, layanan publik, hingga distribusi air bersih. PT PLN (Persero) menyatakan gangguan dipicu kombinasi kerusakan pembangkit berkapasitas besar dan penurunan kemampuan sejumlah unit pembangkit akibat suhu lingkungan yang tinggi.

Wilayah yang terdampak meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Untuk menjaga kestabilan sistem, PLN menerapkan pemadaman bergilir dengan durasi sekitar empat hingga lima jam di sejumlah daerah.

Dampak Pemadaman Bergilir

  • Aktivitas rumah tangga terganggu.
  • UMKM dan dunia usaha mengalami hambatan operasional.
  • Perkantoran dan pelayanan publik terdampak.
  • Distribusi air bersih terganggu di sejumlah wilayah.
  • Masyarakat resah akibat ketidakpastian jadwal pemadaman.

PLN: Gangguan Dipicu Kerusakan Pembangkit dan Cuaca Panas

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menegaskan pemadaman bukan disebabkan kekurangan batu bara maupun energi primer.

Menurutnya, sistem kelistrikan Kalimantan Barat secara umum masih memiliki surplus daya. Namun, cadangan daya tersebut relatif terbatas sehingga tidak cukup menutup kehilangan pasokan ketika salah satu pembangkit besar mengalami gangguan.

"Benar, secara sistem kelistrikan Kalimantan Barat masih memiliki surplus daya, namun besarnya tidak terlalu signifikan," kata Mukhlis, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan gangguan semakin kompleks karena temperatur udara yang tinggi menyebabkan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mengalami derating, yakni penurunan kemampuan menghasilkan listrik akibat meningkatnya suhu operasi.

"Ketika salah satu pembangkit berkapasitas besar mengalami gangguan dan keluar dari sistem, sementara temperatur lingkungan cukup tinggi, kondisi tersebut memengaruhi kemampuan beberapa unit pembangkit, terutama PLTD," ujarnya.

PLN kemudian menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem hingga pembangkit kembali beroperasi normal.

Data Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG menunjukkan kondisi cuaca di Kalimantan Barat pada periode 1–3 Juli 2026 didominasi suhu udara maksimum yang relatif tinggi. Dalam ikhtisar cuaca harian BMKG, Kota Pontianak mencatat suhu udara maksimum hingga 34,0 derajat Celsius, sementara prakiraan cuaca pada 3 Juli menunjukkan suhu siang hari di wilayah Pontianak berkisar 31–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.

Gangguan Juga Terjadi di Sistem Interkoneksi Kalimantan

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, PT PLN UID Kalselteng menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan untuk mencegah blackout pada sistem interkoneksi Kalimantan.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan gangguan dipicu forced outage, yakni kerusakan tidak terencana pada sejumlah pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang memasok listrik ke sistem interkoneksi.

"Apabila pengurangan beban tidak dilakukan, seluruh sistem interkoneksi Kalimantan berpotensi mengalami blackout yang proses pemulihannya jauh lebih lama dan lebih kompleks," ujarnya.

Pelayanan Publik hingga Dunia Usaha Terdampak

Di Kota Singkawang, pemadaman memicu rapat koordinasi antara Pemerintah Kota, TNI-Polri, dan PLN. Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengatakan proses pemulihan telah berlangsung, namun pasokan listrik belum sepenuhnya normal.

PLN memprioritaskan rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan kantor pemerintahan agar tetap memperoleh pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung.

Sementara itu, di Palangka Raya, warga memprotes jadwal pemadaman yang dinilai sering diumumkan mendadak sehingga menyulitkan masyarakat melakukan antisipasi.

Di Kalimantan Selatan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel, Sinta Laksmi Dewi, menilai pemadaman berkepanjangan berdampak langsung terhadap sektor manufaktur, hotel, pusat perbelanjaan, hingga UMKM.

"Dampaknya jelas sangat merugikan dunia usaha, apalagi jika pemadaman bergiliran dilakukan terus-menerus sampai waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Kepala Daerah dan DPRD Desak PLN Lebih Transparan

Gelombang pemadaman memicu protes dari pemerintah daerah dan DPRD di berbagai wilayah Kalimantan. Mereka meminta PLN lebih terbuka mengenai penyebab gangguan, jadwal pemadaman, dan target penyelesaian perbaikan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengaku menerima banyak keluhan masyarakat dan meminta PLN mempercepat pemulihan.

"Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sebagai kepala daerah, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta agar PLN segera mengambil langkah-langkah percepatan pemulihan," katanya.

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, juga meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai jadwal pemadaman.

Menurutnya, minimnya informasi telah memicu keresahan dan mulai berdampak terhadap pelayanan rumah sakit yang bergantung pada pasokan listrik.

Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, turut meminta jadwal pemadaman diumumkan lebih awal sehingga masyarakat dapat melakukan persiapan.

Di Kabupaten Sintang, Wakil Ketua DPRD, Yohanes Rumpak, meminta PLN menjelaskan secara terbuka penyebab pemadaman yang berulang agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Desakan serupa datang dari DPRD Kalimantan Selatan dan DPRD Samarinda yang meminta PLN menetapkan target penyelesaian gangguan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi kepada pelanggan. (ars)

 

FAQ

Mengapa terjadi pemadaman listrik di Kalimantan?

PLN menjelaskan pemadaman dipicu kombinasi gangguan pembangkit berkapasitas besar, forced outage pada pembangkit IPP, serta penurunan kemampuan sejumlah PLTD akibat suhu lingkungan yang tinggi.
 

Mengapa dilakukan pemadaman bergilir?

Pemadaman bergilir diterapkan sebagai bagian dari manajemen beban untuk mencegah terjadinya blackout pada sistem interkoneksi Kalimantan yang berpotensi menyebabkan pemulihan lebih lama.

Apa yang menjadi tuntutan masyarakat?

Masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD meminta PLN mempercepat pemulihan, menyampaikan jadwal pemadaman lebih awal, menjelaskan penyebab gangguan secara transparan, serta memenuhi hak pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Data Singkat

Provinsi terdampak:

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur

Penyebab utama menurut PLN:

  • Gangguan pembangkit berkapasitas besar.
  • Forced outage pada pembangkit IPP.
  • Derating PLTD akibat suhu tinggi.
  • Cadangan daya sistem yang terbatas.

Dampak utama:

  • Rumah tangga.
  • UMKM dan industri.
  • Rumah sakit dan layanan publik.
  • Distribusi air bersih.
  • Aktivitas pemerintahan.

*) Berdasarkan pembaruan resmi PT PLN (Persero), gangguan pembangkit mulai memengaruhi sistem interkoneksi Kalimantan pada awal Juli 2026, sehingga PLN menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Pemadaman dilakukan dalam beberapa sesi dengan durasi rata-rata empat hingga lima jam, bergantung pada kondisi sistem dan proses pemulihan masing-masing pembangkit.

Selama masa pemulihan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk rumah sakit, instalasi air bersih, fasilitas pemerintahan, dan objek vital lainnya, sembari melakukan perbaikan pada pembangkit yang mengalami gangguan serta menyesuaikan pola operasi sistem agar tidak terjadi blackout pada jaringan interkoneksi Kalimantan. Masyarakat diminta memantau informasi resmi melalui PLN Mobile, akun media sosial unit PLN setempat, dan layanan pelanggan PLN 123 untuk memperoleh pembaruan jadwal pemadaman maupun perkembangan pemulihan sistem.

 
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pemadaman bergilir #PLN Kalimantan Barat #gangguan pembangkit #derating PLTD #blackout sistem interkoneksi