Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Edi Kamtono: Pemadaman Listrik Rugikan Warga, Minta Percepat Pemulihan

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 3 Juli 2026 | 22:27 WIB
WAWANCARA: Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat diwawancarai wartawan, Selasa (13/1/2025). Edi menyatakan Pemkot Pontianak menyiapkan lahan pemakaman baru untuk mengatasi keterbatasan  pemakaman umum
WAWANCARA: Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat diwawancarai wartawan.

PONTIANAK POST – Pemadaman listrik di Kalimantan Barat yang terjadi pada Jumat (3/7) berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengaku mengalami kerugian akibat produksi terhenti, pesanan pelanggan tertunda, hingga menurunnya jumlah pembeli. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Pemadaman bergilir yang berlangsung hingga sekitar lima jam juga mengganggu aktivitas rumah tangga, layanan internet, hingga pelayanan publik. Gangguan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Dampak paling nyata dirasakan pelaku UMKM yang aktivitas usahanya bergantung pada pasokan listrik.

Mirna (49), pemilik usaha kue di kawasan Parit Bugis, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan proses produksi terhenti karena seluruh peralatan pembakaran menggunakan listrik.

"Semua peralatan pembakaran dan produksi menggunakan listrik. Karena mati lampu, pesanan pelanggan tidak bisa diselesaikan sesuai target," ujarnya.

Gangguan serupa dialami pelaku usaha kedai kopi. Sejumlah pemilik warung mengaku kehilangan pelanggan karena jaringan internet (WiFi) ikut terputus ketika listrik padam.

Di sektor jasa, Fanny, pemilik usaha percetakan stempel di Jalan Tanjungpura, juga tidak dapat menyelesaikan pesanan konsumennya.

"Tadi pas ada order tiba-tiba lampu mati. Jadi tidak bisa buat pesanan. Sudah sekitar empat jam," katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bagi UMKM, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan faktor utama yang menentukan kelancaran produksi, pelayanan, dan pendapatan harian.

Aktivitas Rumah Tangga Ikut Terganggu

Selain sektor usaha, pemadaman juga mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meli, warga Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan nasi yang dimasak menggunakan rice cooker tidak matang karena listrik tiba-tiba padam.

"Nasi di magic jar akhirnya hanya setengah masak karena lampu mati. Terpaksa pakai dandang, tapi hasilnya tidak sebagus biasanya," ungkapnya.

Keluhan lain datang dari Robby yang gagal menyaksikan pertandingan Piala Dunia setelah listrik padam secara mendadak.

"Baru nonton sekitar menit ke-15 tiba-tiba listrik padam. Coba kalau diinformasikan lebih awal," keluhnya.

Beragam keluhan tersebut menggambarkan bahwa pemadaman tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar dan rutinitas masyarakat.

Edi Kamtono: Listrik Adalah Kebutuhan Dasar

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai lamanya pemadaman listrik.

Pemerintah Kota Pontianak segera berkoordinasi dengan PT PLN untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik.

"Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sebagai kepala daerah, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta agar PLN segera mengambil langkah-langkah percepatan pemulihan," ujar Edi.

Menurut Edi, pemadaman berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga, UMKM, hingga pelayanan masyarakat sehingga perlu ditangani secara cepat.

Ia menegaskan masyarakat membutuhkan kepastian informasi agar dapat mengantisipasi dampak gangguan.

"Kami memahami kondisi teknis yang terjadi. Namun di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepastian. Listrik adalah kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya meminta PLN agar penanganan dilakukan secepat-cepatnya dan informasi kepada masyarakat terus diperbarui," tegasnya.

Edi juga mengajak masyarakat tetap tenang sembari menunggu proses pemulihan yang dilakukan PLN.

PLN: Gangguan Terjadi pada Pembangkit

Berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kota Pontianak dengan PLN, pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit yang mengurangi pasokan daya sistem interkoneksi Kalimantan.

PLN menjelaskan kebijakan pemadaman bergilir diterapkan sebagai langkah manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah terjadinya blackout yang dapat menyebabkan pemulihan berlangsung lebih lama.

Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut penghentian sementara pasokan listrik dilakukan dalam beberapa sesi, yakni pukul 08.30–13.30 WIB, 12.30–17.30 WIB, dan 17.30–22.30 WIB, dengan durasi sekitar lima jam.

Manajemen PLN juga menyatakan seluruh personel dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih atas pengertian dan kepercayaan Bapak/Ibu kepada PLN," demikian pernyataan Manager ULP Sungai Raya. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pemadaman bergilir #PLN Kalimantan Barat #Layanan Publik #UMKM Pontianak #edi kamtono