Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Imbas Listrik Padam, Air Bersih Tersendat di Samarinda

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 4 Juli 2026 | 00:06 WIB
Ilustrasi listrik padam di rumah. (DOK RADAR SOLO)
Ilustrasi listrik padam di rumah. (DOK RADAR SOLO)

PONTIANAK POST – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Samarinda mulai berdampak luas, termasuk mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat. DPRD Samarinda mendesak PLN memberikan penjelasan terbuka sekaligus kepastian waktu penyelesaian gangguan yang disebut terjadi pada sistem pembangkit.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan persoalan tersebut juga dibahas dalam rapat bersama Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Ia menyebut ketergantungan sistem pompa air pada pasokan listrik membuat distribusi air ikut terganggu saat pemadaman terjadi.

"Salah satu keluhan masyarakat adalah distribusi air PDAM yang tersendat akibat listrik padam. Memang Perumdam menggunakan genset, tetapi kapasitasnya tidak mungkin mengoperasikan seluruh mesin yang dibutuhkan untuk menyuplai air ke masyarakat," ujarnya, Jumat (3/7).

Menurut Joha, kondisi ini membuat masyarakat menghadapi dampak berlapis, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga terhambatnya layanan dasar air bersih. Ia menegaskan perlunya percepatan penyelesaian gangguan listrik tersebut.

DPRD juga meminta PLN tidak hanya menyampaikan target penyelesaian secara umum, tetapi memberikan kepastian waktu yang jelas kepada publik.

"Semestinya harus ada target yang jelas. Kalau memang ada kerusakan, sampaikan kerusakannya apa, diperbaiki sampai kapan, dan kapan selesai," tegasnya.

Hingga kini, masyarakat disebut hanya menerima informasi bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan pada pembangkit listrik, tanpa penjelasan rinci mengenai lokasi maupun jenis kerusakan. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satunya dugaan bahwa pemadaman berkaitan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), lantaran listrik sempat normal sebelum gangguan terjadi.

"Kalau penjelasannya tidak jelas, wajar masyarakat punya asumsi sendiri. Ada yang mengaitkan dengan kenaikan BBM karena sebelumnya listrik normal, lalu setelah BBM naik justru sering terjadi pemadaman bergilir," katanya.

Meski belum menghitung kerugian yang ditimbulkan, Joha menegaskan dampak pemadaman sudah dirasakan luas oleh masyarakat karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas.

"Yang paling dirasakan masyarakat adalah terganggunya pelayanan, termasuk distribusi air bersih. Harapan kami, persoalan ini segera diselesaikan," pungkasnya. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#gangguan pembangkit listrik #Pemadaman listrik Samarinda #Distribusi air bersih terganggu #DPRD Samarinda desak PLN #Perumdam Tirta Kencana