Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jangan Asal Berhenti Minum Antibiotik Meski Gejala Penyakit Sudah Mulai Membaik

Marsita Riandini • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:49 WIB
ILUSTRASI OBAT
ILUSTRASI OBAT

PONTIANAK POST - Kebiasaan menghentikan konsumsi antibiotik ketika gejala penyakit mulai membaik dapat menimbulkan dampak yang serius, baik bagi kesehatan diri sendiri maupun masyarakat secara luas.

Apoteker Abdurrahman,  RSUD Sultan Syarif Mohammad  Alkadrie Kota Pontianak mengatakan, penting bagi setiap orang untuk memahami mengapa obat antibiotik harus dihabiskan sesuai anjuran tenaga kesehatan.   

Menurutnya, antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dengan cara membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Baca Juga: Dinkes Pontianak Hadirkan Mobile CKG untuk Dekatkan Layanan Kesehatan ke Masyarakat

"Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu biasa, batuk pilek akibat virus, atau sebagian besar radang tenggorokan," ucapnya saat  memberikan edukasi kepada pengunjung. 

Ketika dokter memberikan antibiotik, jumlah dosis dan lama pengobatan telah disesuaikan dengan jenis infeksi, tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan pasien, serta jenis bakteri yang dicurigai menjadi penyebab infeksi.

“Oleh sebab itu, obat antibiotik harus di konsumsi sampai habis sesuai dosis, jadwal, dan lama penggunaan yang telah ditentukan dokter,”  jelasnya. 

Alasan utama menurut Abdurrahman adalah agar seluruh bakteri penyebab infeksi benar-benar mati. Pada beberapa hari pertama pengobatan, jumlah bakteri memang mulai berkurang sehingga gejala seperti demam, nyeri, atau bengkak menjadi membaik.

Baca Juga: Selain Obat, Ini Alat Kesehatan yang Sebaiknya Tersedia di Rumah

Namun, bukan berarti semua bakteri telah hilang. Masih ada sebagian bakteri yang mungkin bertahan hidup dan memerlukan pengobatan hingga selesai agar benar-benar musnah.

Apabila antibiotik dihentikan terlalu cepat, bakteri yang masih hidup dapat berkembang biak kembali. Akibatnya, infeksi dapat kambuh dan bahkan menjadi lebih sulit diobati dibandingkan sebelumnya. 

“Dalam beberapa kasus, pasien harus menjalani pengobatan yang lebih lama atau menggunakan antibiotik yang lebih kuat karena antibiotik sebelumnya sudah tidak lagi efektif,” tuturnya.

Baca Juga: Warga Pontianak Kini Bisa Cek Kesehatan Gratis Tanpa Harus Datang ke Puskesmas

Salah satu dampak paling serius akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat adalah terjadinya resistensi antibiotik. Menurut Abdurrahman, resistensi antibiotik merupakan kondisi ketika bakteri berubah sehingga tidak lagi dapat dibunuh oleh antibiotik yang sebelumnya efektif. 

Bakteri yang resisten dapat menyebar kepada orang lain dan menyebabkan infeksi yang lebih sulit diobati dan menjadi salah satu ancaman Kesehatan. 

Pasalnya Ketika bakteri sudah kebal terhadap antibiotik, pilihan pengobatan menjadi semakin terbatas. Pasien mungkin memerlukan antibiotik yang lebih mahal, harus dirawat lebih lama di rumah sakit, bahkan memiliki risiko komplikasi yang lebih besar. 

Penggunaan antibiotik yang bijak merupakan tanggung jawab bersama. “Penggunaan antibiotik yang bijak merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar, yaitu mempercepat kesembuhan, mencegah infeksi kambuh, mengurangi risiko resistensi antibiotik, serta menjaga agar antibiotik tetap efektif untuk mengobati berbagai infeksi bakteri di masa depan,” pungkasnya. (mrd/r)

Editor : Hanif
#RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie #virus #antibiotik #apoteker #penyakit