Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemadaman Listrik di Kalbar Berlanjut, Ini Penjelasan Bahlil soal Pasokan Batu Bara untuk PLN

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:52 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat doorstop bersama awak media di Jakarta. (JAWA POS)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat doorstop bersama awak media di Jakarta. (JAWA POS)

PONTIANAK POST - Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memunculkan pertanyaan mengenai penyebab gangguan pasokan listrik.

Pemadaman listrik bergilir kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada awal Juli 2026, mulai dari Pontianak, Kubu Raya, hingga Singkawang.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut pemadaman ini berdampak luas terhadap ekonomi warga, dengan pelaku UMKM mengalami kerugian akibat produksi terhenti dan pesanan pelanggan tertunda.

Kondisi serupa membuat Pemerintah Kota Singkawang turun tangan. Mereka meminta PLN UP3 Singkawang meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat soal gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman bergilir dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Modifikasi PLTU agar Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

Bahlil Ungkap Akar Masalah

Jauh sebelum Kalbar gelap, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebenarnya sudah membeberkan penyebab gangguan kelistrikan nasional usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pertengahan Juni lalu.

Bahlil melaporkan kepada Presiden soal kondisi pasokan energi dan langkah pemerintah memastikan stabilitas pelayanan listrik PLN, dengan tiga isu utama: pembangkit listrik tenaga gas, kebutuhan batu bara berkalori menengah, serta pemeliharaan pembangkit.

Pemerintah, kata Bahlil, telah mengambil langkah untuk membantu PLN memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan energi bagi pembangkit tetap terjaga.

Selain itu, Bahlil juga meminta PLN mempercepat pelaksanaan pemeliharaan (maintenance) fasilitas kelistrikan guna meningkatkan keandalan sistem dan mencegah terulangnya gangguan layanan.

Baca Juga: Di Tengah Isu Pemadaman Bergilir, PLN Pastikan Tarif Listrik Juli–September 2026 Tidak Naik

“Kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” kata Bahlil dikutip dari Antara (22/6).

Bahlil bahkan lebih spesifik menyoroti kualitas batu bara sebagai biang keladinya. Menurutnya, kualitas batu bara merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas pasokan listrik PLN.

“Ternyata kita cek ada medium batu bara yang kalorinya di atas 5.000 untuk campur (blending). Inilah yang dibutuhkan (untuk operasional pembangkit),” kata Menteri ESDM di Jakarta, Kamis dikutip dari Antara (25/6).

Dia juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi proses pengadaannya agar persoalan serupa tidak berulang tiap tahun.

Klaim Sudah Tuntas, Kenyataan Masih Byar-Pet

Masalahnya, pernyataan Bahlil itu disampaikan untuk kasus pemadaman di Pulau Jawa pada Juni lalu, bukan Kalbar yang justru baru mengalami giliran gelap gulita awal Juli ini.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang menyatakan apakah pemadaman bergilir di Kalimantan Barat berkaitan dengan persoalan kualitas batu bara, pemeliharaan pembangkit, gangguan transmisi, atau faktor teknis lainnya.

Baca Juga: PLN EPI Pacu Pemanfaatan Bioenergi Demi Pasokan Listrik yang Andal dan Bersih, Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Karena itu, masyarakat masih menunggu penjelasan rinci dari PLN mengenai penyebab gangguan yang terjadi di wilayah Kalbar. (*)

Editor : Miftahul Khair
#pemadaman listrik #kalimantan #bahlil lahadalia #menteri esdm #batu bara