PONTIANAK POST --MAN 2 Pontianak terus memperkuat komitmennya mewujudkan madrasah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari kegiatan kerja bakti penanaman pohon dan tanaman obat keluarga (TOGA), Rabu (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Adiwiyata Nasional Berbasis Ekoteologi yang melibatkan kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dalam semangat gotong royong.
Berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman TOGA, seperti jahe, kunyit, serai, dan lengkuas ditanam di sejumlah titik lingkungan madrasah. Selain memperindah kawasan sekolah, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan tutupan hijau, memperkaya keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Integritas Madrasah Aliyah Kalbar Masih Perlu Diperbaiki, Nilai SPI KPK 70,23
Kepala MAN 2 Pontianak, Hj. Yuliana, S.Pd., S.H., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi. Menurutnya, Program Adiwiyata Berbasis Ekoteologi adalah upaya membangun budaya madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.
“Menanam pohon merupakan investasi bagi masa depan, sedangkan menjaga kebersihan adalah wujud syukur kepada Allah Subhanahuwata’ala atas nikmat lingkungan yang sehat. Kami ingin membangun kesadaran seluruh warga madrasah bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga madrasah untuk terus membiasakan perilaku ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah, penghematan air dan energi, serta merawat tanaman yang telah ditanam.
Baca Juga: Kalbar Dapat Rp60 Miliar untuk Renovasi 13 Madrasah, Masuk Prioritas Nasional Pemerintah
Melalui kolaborasi seluruh warga madrasah, MAN 2 Pontianak optimistis mampu mewujudkan lingkungan belajar yang asri, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui aksi sederhana yang memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang serta memperkuat langkah madrasah menuju Adiwiyata Nasional Berbasis Ekoteologi. (vie/ser)
Editor : Silvina