Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

DWP dan BKKBN Kalbar Perkuat Kualitas TPA Lewat Program Tamasya Nasional

Idil Aqsa Akbary • Senin, 6 Juli 2026 | 12:08 WIB
Windy Prihastari bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar meninjau aktivitas pengasuhan di TPA Pertiwi. (ISTIMEWA)
Windy Prihastari bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar meninjau aktivitas pengasuhan di TPA Pertiwi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kualitas Taman Penitipan Anak (TPA) menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas. Untuk itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Barat bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBNKalbar mulai memperkuat pembinaan TPA melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program nasional tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga peningkatan kualitas pengasuhan, kompetensi tenaga pengasuh, hingga penguatan kelembagaan TPA. Dengan tujuan agar TPA mampu memenuhi standar layanan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ketua DWP Kalbar, Windy Prihastari mengatakan, TPA harus mampu menjadi tempat yang amandan nyaman bagi anak ketika orang tua menjalankan aktivitas kerja. 

Baca Juga: DWP Kalbar dan YKI Beri Semangat Anak Pejuang Kanker yang Jalani Terapi di RSUD Soedarso

"Melalui Program Tamasya kami ingin meningkatkan kualitas TPA, bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga pola asuh anak, peningkatan kemampuan para pengasuh, penguatan kelembagaan hingga membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Jadi bukan hanya gedungnya yang bagus, tetapi kualitas pengasuhannya juga harus semakin baik," ujarnya saat meninjau TPA Pertiwi Kota Pontianak, baru-baru ini.

Menurut Windy, keberadaan TPA yang memenuhi standar menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Sebab, semakin banyak orang tua yang membutuhkan tempat penitipan anak yang dapat dipercaya. 

"Banyak orang tua yang bekerja membutuhkan tempat penitipan anak yang benar-benar amandan dapat dipercaya. Karena itu kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengasuhan yang baik selama orang tuanya bekerja," katanya.

Ia berharap TPA Pertiwi dapat menjadi percontohan penerapan program Tamasya di Kalbar. Selanjutnya, model pembinaan tersebut diharapkan dapat diterapkan di TPA lainnya. "Program ini berlaku secara nasionaldan dalam waktu dekat akan diluncurkan secara resmi. Kami ingin Kalbar siap menjadi salah satu daerah yang mampu menerapkannya dengan baik," ucapnya.

Baca Juga: Wulan Deasy Riandayani Pimpin IPK Indonesia Wilayah Kalbar Periode 2026–2030

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Nyigit Wudi Amini menegaskan, program Tamasya disiapkan untuk meningkatkan standar pelayanan di seluruh TPA. 

"Melalui program Tamasya, kami ingin memastikan setiap anak yang dititipkan mendapatkan pengasuhan yang berkualitas, aman, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya," katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas dilakukan melalui pelatihan bagi para pengasuh dengan materi yang telah disusun sesuai standar. Pelatihan mencakup pengasuhan anak, kesehatan, pemantauan tumbuh kembanghingga aspek keselamatan anak selama berada di lingkungan TPA.

Setelah memenuhi seluruh persyaratan, lanjut Nyigit, TPA akan memperoleh sertifikasi sebagai bukti bahwa layanan yang diberikan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. 

"Kami akan segera berkoordinasi dengan tim pembangunan keluargadan DWP agar proses pendampingan dapat segera berjalan. Harapannya semakin banyak TPA di Kalbar yang memperoleh pembinaan," ujarnya. (bar)

Editor : Hanif
#tamasya #DWP #pengasuhan anak #TPA #bkkbn kalbar