PONTIANAK POST – Program wakaf produktif KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) yang dikelola Baitul Waqaf Munzalan Indonesia berhasil mengharumkan nama Kalimantan Barat setelah terpilih sebagai finalis Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026.
Kepastian tersebut diumumkan setelah Rapat Pleno I Dewan Juri yang digelar pada 4 Juli 2026. Program KAWANKU menjadi satu-satunya wakil Kalimantan Barat pada kategori wakaf dan akan mengikuti tahapan penjurian final secara langsung pada 11 Juli 2026 di Nusa Tenggara Barat, bertepatan dengan puncak pelaksanaan FESyar KTI 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., melalui Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa), H. Rohadi, S.Ag., M.SiP, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan tersebut.
Baca Juga: Masjid Kapal Munzalan Kayong Utara Kelola Kurban untuk Lebih dari 1.000 Penerima
Menurut Rohadi, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf di Kalimantan Barat semakin berkembang dan mampu menghadirkan model pemberdayaan ekonomi yang inovatif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, kami bersyukur Program KAWANKU dari Baitul Waqaf Munzalan Indonesia berhasil menjadi finalis Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF FESyar Kawasan Timur Indonesia Tahun 2026. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Barat sekaligus bukti bahwa pengelolaan wakaf produktif di daerah kita terus menunjukkan perkembangan yang sangat baik," ujarnya mewakili Kakanwil Kemenag Kalbar.
Ia mengatakan, Kementerian Agama terus mendorong penguatan tata kelola zakat dan wakaf agar tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi umat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Paradigma pengelolaan wakaf saat ini harus terus diarahkan menjadi wakaf produktif yang mampu menciptakan lapangan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi syariah. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh nazir dan lembaga pengelola wakaf di Kalimantan Barat untuk terus berinovasi," katanya.
Baca Juga: Masjid Kapal Munzalan Gelar Ifthar Akbar untuk 320 Santri Yatim dan Penghafal Alquran
Rohadi berharap, pada babak final nanti tim Kalimantan Barat mampu menampilkan presentasi terbaik sehingga dapat meraih prestasi tertinggi di tingkat Kawasan Timur Indonesia.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk memberikan doa dan dukungan kepada tim KAWANKU agar dapat mengharumkan nama daerah pada ajang FESyar KTI 2026. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan hasil terbaik," harapnya.
Berdasarkan hasil penetapan Dewan Juri, pada Kategori Wakaf terdapat tiga finalis, yaitu KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) dari Baitul Waqaf Munzalan Indonesia (Kalimantan Barat), BMT Insan Samawa dari Badan Wakaf Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kawasan Pemberdayaan Kopi Madaya Sinjai dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.
Sementara pada Kategori Zakat, tiga finalis yang lolos adalah Lumbung Pangan Berkah BAZNAS dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Bina Usaha Produktif (Peternakan) dari LAZ DPU Kalimantan Timur, dan Pemberdayaan Ekonomi Kampung Ternak dari Dompet Dhuafa Maluku.
Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF merupakan salah satu rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diselenggarakan Bank Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada berbagai program unggulan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang terbukti memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui ajang ini, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan mendorong lahirnya berbagai inovasi pengelolaan ZISWAF yang produktif, profesional, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Baca Juga: 320 Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Bahagia di Ifthar Akbar Munzalan
Tahapan penjurian final akan dilaksanakan secara luring pada 11 Juli 2026 di Nusa Tenggara Barat. Para finalis akan mempresentasikan program unggulannya di hadapan dewan juri untuk memperebutkan predikat terbaik tingkat Kawasan Timur Indonesia. (*)
Editor : Miftahul Khair