PONTIANAK POST – Kalimantan Barat masuk dalam rencana pengembangan daerah latihan militer bersama Indonesia dan Singapura yang dibahas Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada forum Leaders' Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7). Rencana tersebut menjadi sinyal semakin strategisnya peran provinsi perbatasan itu dalam kerja sama pertahanan kedua negara.
Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan pengembangan kawasan latihan dilakukan dalam kerangka Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA). Selain kawasan latihan di Baturaja dan Air Weapons Range (AWR) Siabu, kedua negara juga merencanakan pengembangan daerah latihan di Kalimantan Barat.
"Inisiatif ini akan membuka peluang yang saling menguntungkan bagi SAF dan TNI untuk meningkatkan latihan bersama sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara," kata Wong.
Kalbar Perkuat Posisi sebagai Wilayah Strategis
Masuknya Kalimantan Barat dalam rencana tersebut menunjukkan provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu semakin diperhitungkan dalam kerja sama pertahanan Indonesia-Singapura. Posisi geografis Kalbar dinilai memiliki nilai strategis untuk mendukung peningkatan interoperabilitas dan latihan bersama kedua angkatan bersenjata.
Lawrence Wong juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan pertahanan Indonesia dan Singapura sejak menjabat Menteri Pertahanan.
"Kami berterima kasih atas kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan pertahanan Indonesia dan Singapura," ujarnya.
DCA Diperbarui
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura juga mengumumkan pembaruan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA). Dokumen pembaruan diperlihatkan kepada kedua pemimpin negara oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing sebagai simbol komitmen memperkuat kerja sama strategis.
Selama ini, kerja sama pertahanan kedua negara telah berlangsung melalui berbagai latihan bilateral maupun multilateral. Personel Singapore Armed Forces (SAF) secara rutin mengikuti latihan di Pusat Latihan Tempur Baturaja, sementara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura juga menggelar latihan bersama di kawasan Selat Malaka.
Peluang bagi Kalimantan Barat
Apabila terealisasi, pengembangan daerah latihan di Kalimantan Barat berpotensi memperkuat peran provinsi tersebut sebagai kawasan strategis pertahanan nasional. Selain mendukung peningkatan kapasitas latihan militer bersama, keberadaan fasilitas latihan juga dapat meningkatkan aktivitas pendukung di daerah, seperti pembangunan infrastruktur, kebutuhan logistik, dan layanan penunjang lainnya.
Meski demikian, pemerintah belum merinci lokasi kawasan latihan di Kalimantan Barat maupun jadwal pelaksanaan pengembangannya. Rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan dalam implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro