Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Capaian ini menjadi bukti keberhasilan Kalimantan Barat dalam membangun ekosistem wakaf yang produktif, inovatif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Pada kategori Wakaf, Kalimantan Barat menempati peringkat pertama, disusul Provinsi Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Riau. Selain itu, Kalimantan Barat juga berhasil masuk lima besar nasional pada kategori Ekonomi Pesantren, bersama Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Aceh.
Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, mengajak seluruh jajaran pengurus BWI kabupaten/kota, para nazhir, dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam Gerakan Kalbar Berwakaf (GKB) untuk menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan wakaf.
"Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai, memberikan dukungan, dan penguatan kepada Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dalam Gerakan Kalbar Berwakaf. Berkat kebersamaan itulah, tahun ini Kalimantan Barat berhasil menjadi Juara I Kategori Wakaf pada Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diterima langsung oleh Bapak Gubernur Kalbar," kata Andi Musa.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk memperkuat gerakan wakaf di Kalimantan Barat.
"Kami berharap seluruh pengurus BWI kabupaten/kota, para nazhir, dan seluruh mitra tetap semangat membersamai Gerakan Kalbar Berwakaf. Mari kita terus memperkuat sinergi agar wakaf semakin berkembang dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.
Andi Musa juga berharap keberhasilan tersebut mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi pengelolaan wakaf di Kalimantan Barat.
"Semoga Allah SWT memberikan keberkahan atas capaian ini. Insya Allah BWI Kalimantan Barat akan terus tumbuh, bergerak maju, dan semakin besar dalam memberikan manfaat bagi umat di Kalimantan Barat," harapnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Rohadi, S.Ag., M.SiP, mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, BWI, BAZNAS, lembaga keuangan syariah, serta para nazhir.
"Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan Gerakan Wakaf Uang dan berbagai program wakaf produktif lainnya di Kalimantan Barat. Kami berharap penghargaan ini juga mendorong semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam gerakan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.
Anugerah Adinata Syariah merupakan penghargaan tingkat nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk sektor wakaf. Keberhasilan Kalimantan Barat meraih Juara I Kategori Wakaf semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan tata kelola wakaf secara produktif dan berkelanjutan di Indonesia.**
Editor : Salman Busrah