PONTIANAK POST - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat mencatat kinerja sektor jasa keuangan hingga posisi Mei 2026 mengalami pertumbuhan positif. Hal tersebut salah satunya tercermin dari angka penyaluran kredit perbankan.
Kepala Kantor OJK Kalbar, Rochma Hidayati mengatakan penyaluran kredit perbankan di provinsi ini pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp80,8 triliun atau tumbuh 6,26 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Kredit tersebut didominasi oleh kredit konsumtif, diikuti kredit investasi, dan kredit modal kerja,” ucapnya, belum lama ini.
Baca Juga: KPK Periksa Seorang Ibu Rumah Tangga, Telusuri Aliran Uang CSR BI-OJK
Adapun penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp28,7 triliun, dengan porsi terbesar pada segmen usaha mikro dan kecil. Dibandingkan tahun sebelumnya, kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 2,30 persen (yoy).
“Hal ini menandakan perbankan sebagai salah satu pembiayaan UMKM untuk peningkatan kapasitas bisnis UMKM dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) di provinsi ini mencapai Rp90,8 triliun, yang didominasi oleh dana tabungan sebesar Rp53,9 triliun, diikuti deposito sebesar Rp21,1 triliun, dan giro sebesar Rp15,7 triliun.
“Pertumbuhan DPK mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang semakin meningkat serta semakin luasnya penggunaan layanan keuangan formal,” katanya.
Baca Juga: OJK Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Drama China dan Investasi Online
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengatakan perbankan saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi yang membayangi dunia usaha. Kendati demikian, Bank Kalbar mampu menunjukkan ketangguhan kinerjanya.
Ia mengatakan, pada semester I tahun 2026, Bank Kalbar berhasil membukukan pertumbuhan positif pada berbagai indikator utama. Ia menyebut total aset Bank Kalbar mencapai Rp25,09 triliun, meningkat 2,28 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,53 triliun.
“Pertumbuhan tersebut semakin mempertegas kapasitas bisnis Bank Kalbar yang terus berkembang di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalbar juga terus menguat. Hal tersebut tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp18,86 triliun pada 30 Juni 2026, meningkat 2,89 persen dibandingkan posisi 30 Juni 2025 sebesar Rp18,33 triliun.
Dari sisi intermediasi, Bank Kalbar mencatatkan pertumbuhan yang semakin impresif. Penyaluran kredit dan pembiayaan pada 30 Juni 2026 mencapai Rp18,09 triliun, atau tumbuh 7,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp16,81 triliun.
“Bank Kalbar berhasil membukukan laba sebesar Rp262,44 miliar, atau tumbuh 1,70 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” sebutnya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta mengelola usaha secara sehat, dan berkelanjutan. (sti)
Editor : Hanif