PONTIANAK POST – Kepolisian tengah menyelidiki penyebab ledakan yang disertai kebakaran di sebuah coffee shop di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (7/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah dan lengan sehingga harus mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian. Polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), memastikan situasi aman, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan pihak terkait dalam penanganan pascakebakaran.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Sungai Bakau Kecil, Harta Benda Tak Terselamatkan
“Kami turut prihatin atas musibah ini dan mendoakan seluruh korban segera diberikan kesembuhan,” kata Inayatun.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh ledakan tabung gas LPG berkapasitas 40,2 kilogram saat proses penggantian tabung di area dapur coffee shop. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun kepolisian, ledakan terdengar sangat keras hingga menyebabkan sebagian bangunan kedai mengalami kerusakan. Pecahan kaca dari bagian plafon interior di area pelanggan berjatuhan akibat kuatnya ledakan.
Usai terdengar suara ledakan, sejumlah saksi menyatakan mendapati api sudah membesar di area produksi atau dapur. Melihat kondisi tersebut, para karyawan bersama pengunjung segera menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan. Setelah berada di luar, seorang saksi menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Sekitar lima menit kemudian, petugas pemadam kebakaran bersama personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area kejadian. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB, setelah petugas melakukan proses pemadaman secara bertahap.
Baca Juga: Ledakan Misterius Picu Kebakaran Hebat, Empat Ruko di Singkawang Hangus Terbakar
Dari lima korban, dua orang merupakan karyawan coffee shop, dua lainnya adalah pengunjung, sedangkan satu korban merupakan petugas yang melakukan penggantian tabung gas LPG. Dua korban yang mengalami luka bakar serius juga mengalami syok sehingga memerlukan perawatan intensif.
Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat ditaksir.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga memasang pengamanan di sekitar lokasi guna memudahkan proses penyelidikan sekaligus mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Inayatun mengatakan, aktivitas operasional Coffee Shop diperkirakan dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai, lokasi dinyatakan aman, dan perbaikan bangunan rampung dilakukan.
Ianayatun pun menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan tabung gas LPG.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi dan penggunaan tabung gas sesuai standar keselamatan. Apabila tercium bau gas atau ditemukan indikasi kebocoran, segera hentikan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dan segera laporkan kepada pihak terkait," pungkasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair