Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Arus Barang Laut di Kalbar Melonjak 40 Persen, Penumpang Justru Menurun

Novantar Ramses Negara • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:50 WIB
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin. (Antara/Rendra Oxtora)
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin. (Antara/Rendra Oxtora)

PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke Kalimantan Barat pada Mei 2026 mencapai 100.778 orang. Angka tersebut turun 22,75 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 130.457 orang. Sementara jumlah penumpang yang berangkat juga mengalami penurunan 14,17 persen menjadi 95.681 orang.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa penurunan arus penumpang terjadi hampir di seluruh bandara di Kalbar. Meski demikian, secara tahunan jumlah penumpang yang datang masih tumbuh 2,64 persen dibandingkan Mei 2025.

Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya tetap menjadi pintu masuk utama transportasi udara di Kalimantan Barat. Pada Mei 2026, bandara ini melayani 86.583 penumpang datang atau berkontribusi sebesar 85,92 persen dari total kedatangan penumpang di Kalbar.

Baca Juga: Trailer Pengangkut Sodium Methilate Solution Alami Kecelakaan Tunggal di Purun Kecil, Arus Lalu Lintas Sempat Tertahan

“Jumlah tersebut turun 24,22 persen dibandingkan April 2026,” kata Saichudin baru-baru ini.

Selain Supadio, penurunan jumlah penumpang juga terjadi di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Bandara Pangsuma Kapuas Hulu, Bandara Tebelian Sintang, dan Bandara Singkawang.

Tren serupa juga terjadi pada transportasi laut. BPS mencatat jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Sintete, Suka Bangun, dan Dwikora hanya mencapai 8.252 orang atau turun 66,95 persen dibandingkan April 2026. Jumlah penumpang yang berangkat juga merosot 62,69 persen menjadi 7.132 orang.

Saichudin menyebut, pelabuhan Dwikora Pontianak masih menjadi pelabuhan dengan arus penumpang terbesar, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan, dengan kontribusi lebih dari 77 persen dari total penumpang angkutan laut di Kalbar.

Baca Juga: Sekda Kalbar Ajak Warga Budayakan Gerakan Indonesia ASRI demi Lingkungan Bersih

Di tengah penurunan mobilitas penumpang, aktivitas logistik melalui jalur laut justru menunjukkan peningkatan. Volume barang yang dibongkar pada Mei 2026 mencapai 13,41 juta ton atau naik 40,28 persen dibandingkan April 2026. Sementara volume barang yang dimuat meningkat 2,78 persen menjadi 642.489 ton.

Pelabuhan Telok Melano di Kabupaten Kayong Utara menjadi kontributor terbesar aktivitas bongkar muat barang. Pelabuhan ini menyumbang 76,36 persen dari total barang yang dibongkar dan 57,90 persen dari total barang yang dimuat di Kalimantan Barat selama Mei 2026. (mse)

Editor : Hanif
bps kalbar Penumpang Udara arus barang bps