PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak komunitas Hakka untuk terus melestarikan budaya leluhur sebagai identitas sekaligus kekuatan menghadapi tantangan globalisasi. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Hakka Kalimantan Barat di Rumah Hakka Tulou Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (14/7).
Menurut Krisantus, keberlangsungan suatu bangsa maupun suku bangsa sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi berikutnya.
"Masyarakat yang terus melestarikan budayanya adalah masyarakat yang tidak akan punah ditelan masa. Budaya adalah kekuatan kita, budaya adalah jati diri kita," kata Krisantus dikutip dari Antara.
Baca Juga: HUT Hakka Kalbar ke-12 Gelar Donor Darah Massal, Target 1.000 Kantong untuk Bantu Stok Darah PMI
Pelestarian Budaya Jadi Identitas Daerah
Krisantus mengapresiasi masyarakat Tionghoa, khususnya komunitas Hakka di Kalimantan Barat, yang dinilai konsisten menjaga dan mengembangkan warisan budaya melalui berbagai kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan.
Ia menilai derasnya arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi pelestarian budaya. Karena itu, generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan akar budaya dan nilai-nilai leluhur agar identitas budaya tetap terjaga.
"Kemajuan sebuah daerah tidak boleh menghilangkan jati diri masyarakatnya. Justru dengan budaya yang tetap lestari, kita memiliki karakter yang membedakan Kalimantan Barat dengan daerah lain," tuturnya.
Krisantus juga mendorong masyarakat Hakka untuk terus menggali, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya melalui berbagai kegiatan, termasuk Pekan Budaya Tionghoa dan agenda budaya lainnya.
Baca Juga: Peserta PKSN XIII Kunjungi Komunitas Dayak, Melayu, dan Hakka untuk Belajar Keragaman Budaya Kalbar
Pemprov Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi
Selain pelestarian budaya, Krisantus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga keamanan, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat yang terdiri atas berbagai latar belakang suku dan agama.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki keberagaman yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan.
"Mengenai masalah keamanan, jangan khawatir. Saya berkomitmen tidak mentolerir kelompok ataupun organisasi mana pun yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Kalimantan Barat harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi," katanya.
Ia menambahkan seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Pendirian rumah ibadah juga tidak boleh dihalangi selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Komunitas Hakka Diajak Berkontribusi pada Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga mengajak masyarakat Hakka mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Barat.
Ia menilai potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah, ditambah semangat kewirausahaan yang selama ini melekat pada komunitas Hakka, dapat menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Wagub Krisantus Hadiri Perayaan Imlek PSMTI dan Hakka Kalbar, Ajak Perkuat Harmoni dan Toleransi
Perkumpulan Hakka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat berdiri sejak 2014 dan secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pelestarian budaya, pendidikan, serta aksi sosial, termasuk peringatan HUT Hakka Kalbar, donor darah massal, dan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas.
Penutur bahasa Hakka tersebar di sejumlah daerah seperti Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Singkawang, Bengkayang, dan Sambas, serta menjadi bagian dari keragaman budaya yang berkembang di Kalbar.*
Editor : Uray Ronald