Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Masih Kekurangan Dokter, Distribusi Tenaga Kesehatan Belum Merata di Seluruh Daerah

Novantar Ramses Negara • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:13 WIB
Suasana Pertemuan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan dengan melibatkan berbagai stake holder. (ISTIMEWA)
Suasana Pertemuan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan dengan melibatkan berbagai stake holder. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Erna Yulianti, mengatakan Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan sumber daya manusia kesehatan (SDMK), terutama dari sisi jumlah, jenis profesi, kualitas, dan pemerataan tenaga kesehatan, khususnya dokter.

Menurut Erna, hasil pemutakhiran data SDMK yang dihimpun dari pemerintah kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kesehatan.

"Berdasarkan hasil pemutakhiran data SDMK yang telah dihimpun dari kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kesehatan pada berbagai jenis profesi. Di satu sisi terdapat daerah yang mengalami kekurangan tenaga kesehatan tertentu, sementara di sisi lain distribusi tenaga kesehatan belum merata antarwilayah maupun antarfasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Canangkan Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perlindungan Kesehatan Perempuan

Ia menambahkan, hingga saat ini Kalimantan Barat masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter, sehingga pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah belum optimal.

"Kalimantan Barat sampai saat ini masih dihadapkan pada kondisi kekurangan tenaga kesehatan, baik dari jumlah, jenis, distribusi, maupun kualitas, terutama dokter. Distribusi tenaga kesehatan juga belum merata di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Erna menjelaskan, perencanaan kebutuhan SDM kesehatan menjadi langkah penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pemerataan, pendayagunaan, dan pemenuhan tenaga kesehatan di Kalimantan Barat. Selain itu, pembaruan data di setiap fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan agar menghasilkan informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

"Saya berharap dapat mencermati data yang tersedia secara objektif dan komprehensif. Akurasi data sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan. Perencanaan yang baik akan membantu memastikan setiap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tenaga sesuai standar dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah untuk Perkuat Aksi Kemanusiaan dan Kesehatan

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pertemuan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan di Hotel Ibis Pontianak selama empat hari, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan, di antaranya RSUD dr. Soedarso, RSJ Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BKD/BKPSDM, biro organisasi pemerintah daerah, rumah sakit umum daerah kabupaten/kota, sejumlah UPT milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta seluruh puskesmas di kabupaten/kota yang mengikuti secara daring.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa tantangan terbesar masih berada pada pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih terukur agar kebutuhan tenaga medis, tenaga kesehatan, maupun tenaga pendukung kesehatan dapat dipenuhi secara bertahap sesuai prioritas pembangunan kesehatan daerah. (mse/r)

Editor : Hanif
dokter kalbar wilayah terpencil tenaga kesehatan