PONTIANAK POST – Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang mengintensifkan Patroli Mandiri Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut difokuskan di wilayah rawan kebakaran di Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.
Lokasi patroli meliputi Kelurahan Setapuk Kecil, Kecamatan Singkawang Utara; Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat; Desa Batu Makjage, Kecamatan Tebas; Desa Sendoreng, Kecamatan Monterado; serta Desa Bhakti Mulya, Kecamatan Bengkayang.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, mengatakan patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk memantau kondisi lapangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
"Rangkaian patroli mandiri dari tanggal 14 sampai 18 Juli ini merupakan langkah preventif konkret. Kami memaksimalkan kehadiran personel di tingkat tapak untuk memastikan kondisi bahan bakar di permukaan lahan tetap termonitor, sekaligus menjaga kewaspadaan masyarakat," ujarnya.
Selama patroli, petugas memetakan kondisi vegetasi yang mulai mengering akibat cuaca panas serta memeriksa ketersediaan sumber air, seperti embung dan parit, di sekitar kawasan rawan.
Petugas juga memberikan edukasi kepada petani, peladang, dan tokoh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Selain itu, dilakukan pembaruan dan pemasangan rambu larangan membakar hutan di jalur yang berbatasan dengan kawasan hutan.
Yuyu mengatakan kondisi cuaca tanpa hujan selama lebih dari dua pekan terakhir meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Kondisi tersebut diperparah dengan karakteristik lahan gambut di wilayah kerja Daops Singkawang yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Baca Juga: Polres Singkawang Sisir Hotspot di Singkawang Selatan, Perkuat Patroli untuk Cegah Karhutla
Ia berharap patroli yang dilakukan secara konsisten dapat menekan faktor kelalaian manusia yang kerap menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan.
"Kami juga meminta peran aktif masyarakat. Jika melihat adanya indikasi titik asap atau aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan, segera laporkan ke Posko Daops Manggala Agni terdekat agar bisa langsung kami tindak lanjuti sebelum api meluas," pungkasnya. (har)
Editor : Miftahul Khair