Festival Flora dan Fauna Pontianak Jadi Ajang Promosi Hortikultura, Pohon Kelengkeng Terjual Rp2 Juta

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:53 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka secara langsung Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa ditandai dengan pemotongan pohon, Rabu (15/7). (WANDI/PONTIANAK POST)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka secara langsung Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa ditandai dengan pemotongan pohon, Rabu (15/7). (WANDI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Lelang pohon Kelengkeng New Kristal senilai Rp2 juta menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian pada pembukaan Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di halaman parkir Kolam Renang Ampera, Pontianak.

 Antusiasme peserta lelang menjadi gambaran besarnya minat masyarakat terhadap pengembangan tanaman buah unggulan di Kalimantan Barat.

Lelang diawali dengan harga pembukaan Rp500 ribu sebelum akhirnya dimenangkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, melalui penawaran tertinggi sebesar Rp2 juta.

Baca Juga: Melihat Sentra Lidah Buaya di Pontianak Utara: Lahan Gambut jadi Optimisme Baru Para Petani Hortikultura

Suasana lelang berlangsung meriah berkat kepiawaian pembawa acara Suhaimi yang memandu jalannya proses penawaran hingga menarik partisipasi para peserta.

Lelang Rp2 Juta Bantu Dukung Pelaksanaan Festival

Ketua Panitia Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa, Misriwanto, mengatakan hasil lelang pohon Kelengkeng New Kristal akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan festival hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Hasil lelang ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga penutupan,” ujarnya.

Tak Sekadar Pameran, Jadi Ajang Promosi Hortikultura

Di balik kemeriahan lelang tersebut, Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa hadir dengan misi yang lebih besar.

Baca Juga: Kubu Raya Fokus Kembangkan Hortikultura dan Jagung untuk Optimalkan Lahan Gambut

Ia diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha tanaman hias, buah-buahan unggulan, produk pertanian, hingga komunitas pecinta flora dan fauna.

Menurut Misriwanto, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran berbagai jenis tanaman dan satwa. Kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap sektor pertanian, hortikultura, serta pelestarian lingkungan.

Selain menjadi sarana edukasi, festival ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha tanaman hias, buah-buahan, dan produk pertanian lokal agar semakin dikenal masyarakat.

Dorong Masyarakat Cintai Flora dan Fauna

Misriwanto berharap Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap pelestarian flora dan fauna sekaligus mendorong berkembangnya sektor pertanian di Kota Pontianak.

Selama berlangsung pada 15 - 19 Juli 2026, masyarakat dapat mengunjungi berbagai stan pameran yang menampilkan koleksi flora dan fauna, mengenal beragam varietas tanaman unggulan, serta mengikuti edukasi budidaya tanaman yang disiapkan panitia.

Editor : Miftahul Khair
kelengkeng new kristal Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa hortikultura kalbar edi rusdi