PONTIANAK POST – Warga menanam sebatang pohon bambu di tengah Jalan Imam Bonjol, tepatnya di depan Bank BTN, sebagai penanda adanya lubang di badan jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, Senin (20/7).
Lubang yang berada di jalur utama tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas. Selain itu, pengendara mobil juga harus mengurangi kecepatan atau menghindari lubang secara tiba-tiba, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Salah seorang warga, Wahyuni (57), mengatakan pemasangan pohon bambu dilakukan sebagai bentuk peringatan kepada para pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas di lokasi tersebut.
"Ini sangat berbahaya kalau tidak segera diperbaiki. Banyak pengendara yang harus mengerem mendadak saat melihat lubang itu. Apalagi ini merupakan jalan utama dengan lalu lintas yang cukup padat," ujarnya.
Menurut Wahyuni, hingga saat ini memang belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kondisi jalan tersebut. Namun, potensi kecelakaan tetap tinggi apabila lubang dibiarkan tanpa penanganan.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat.
"Warga berharap dinas terkait segera turun tangan memperbaiki jalan ini sebelum menimbulkan kecelakaan yang lebih serius," katanya.
Baca Juga: Truk Rusak Kembali Picu Kemacetan di Kapuas II, Polisi Minta Perusahaan Pastikan Armada Laik Jalan
Keberadaan pohon bambu di tengah jalan menjadi perhatian para pengguna jalan karena berfungsi sebagai penanda darurat agar pengendara dapat menghindari lubang. Meski demikian, warga menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara dan bukan solusi jangka panjang.
"Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas yang berwenang segera melakukan perbaikan terhadap ruas Jalan Imam Bonjol mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," pungkasnya. (wan)
Editor : Miftahul Khair