PONTIANAK POST – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menyampaikan harapan besar kepada Kapolda Kalimantan Barat yang baru agar mampu melanjutkan berbagai capaian positif kepemimpinan sebelumnya sekaligus menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Heri, pergantian pimpinan di Polda Kalbar diharapkan menjadi momentum menghadirkan semangat baru dalam menjaga stabilitas keamanan di provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.
"Kita menyambut baik hadirnya Kapolda Kalimantan Barat yang baru. Beliau merupakan wajah baru dan sosok yang enerjik. Harapan masyarakat Kalbar tentu sangat besar agar beliau diberikan kekuatan dan semangat untuk membangun Kalimantan Barat, khususnya di bidang keamanan," kata Heri saat diwawancarai, Senin (20/7).
Ia menilai, kepemimpinan Kapolda sebelumnya telah menorehkan berbagai capaian positif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih serius pada masa kepemimpinan yang baru.
"Kapolda yang lama tentu sudah banyak capaian yang baik. Kami berharap capaian tersebut dapat dilanjutkan, sementara berbagai pekerjaan rumah yang belum terselesaikan bisa didorong lebih maksimal oleh Kapolda yang baru," ujarnya.
Heri mengatakan, salah satu harapan utama masyarakat adalah agar situasi kamtibmas di Kalimantan Barat tetap kondusif.
Menurutnya, upaya kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan masyarakat.
"Selama ini kondisi kamtibmas di Kalimantan Barat relatif kondusif. Namun apabila masih ada kekurangan, kami berharap Kapolda yang baru dapat memperkuat langkah-langkah preemtif, preventif, dan apabila diperlukan penindakan, tentu harus dilakukan sesuai prosedur serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Soroti Tantangan Wilayah Perbatasan
Sebagai provinsi yang memiliki garis perbatasan darat langsung dengan Malaysia, Kalimantan Barat menghadapi tantangan keamanan yang berbeda dibandingkan daerah lain.
Karena itu, Heri meminta Kapolda baru memberikan perhatian khusus terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum yang kerap terjadi di kawasan perbatasan.
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas lintas batas perlu terus diperkuat guna mencegah berbagai tindak kejahatan, termasuk penyelundupan barang maupun aktivitas ilegal lainnya.
"Kalimantan Barat ini memiliki wilayah perbatasan yang sangat luas. Tentu masih banyak persoalan yang harus menjadi perhatian, baik yang berkaitan dengan keamanan wilayah perbatasan maupun potensi penyelundupan yang masih bisa terjadi," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap potensi pelanggaran di wilayah perairan, termasuk praktik illegal fishing yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
Dukung Penegakan Hukum Humanis
Meski mendorong penegakan hukum yang tegas, Heri menekankan agar pendekatan pembinaan tetap menjadi langkah awal sebelum dilakukan tindakan represif.
Menurutnya, penegakan hukum yang profesional dan humanis akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Kami berharap pembinaan tetap dikedepankan. Namun apabila sudah dilakukan pembinaan dan masih terjadi pelanggaran, tentu penindakan harus dilakukan sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku," katanya.
Sebagai wakil rakyat, Heri berharap Kapolda Kalimantan Barat yang baru mampu membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, menjaga stabilitas keamanan, serta memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
Baca Juga: Profil Alberd Teddy Sianipar, Jejak Karier Dua Jalur yang Mengantarkannya Menjadi Kapolda Kalbar
"Bagaimanapun juga, Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu kami berharap kepemimpinan baru di Polda Kalbar mampu menghadirkan rasa aman yang semakin baik bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair