Polda Kalbar memperkuat transformasi digital melalui sosialisasi Super App Polri. Inovasi ini membekali personel dengan literasi teknologi demi menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih cepat, modern, transparan, dan responsif.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Layar ponsel kini menjadi salah satu ruang kerja baru bagi personel Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Di tengah percepatan transformasi digital, Polda Kalbar mulai memperkuat kemampuan sumber daya manusianya melalui sosialisasi penggunaan Super App Polri, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendukung tugas kepolisian sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Puluhan personel dari berbagai satuan kerja berkumpul dalam kegiatan yang digelar Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Kalbar, Selasa (21/7). Mereka tidak sekadar belajar mengunduh aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat menjadi bagian dari budaya kerja baru di lingkungan Polri.
Mulai dari proses instalasi, aktivasi akun, pemanfaatan berbagai fitur, hingga solusi ketika menemui kendala teknis, seluruh materi diperkenalkan secara bertahap. Pendekatan itu dilakukan agar setiap personel mampu memanfaatkan aplikasi secara optimal dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
Bagi Polri, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Arus informasi yang semakin cepat menuntut institusi kepolisian bergerak lebih adaptif agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung lebih efisien, transparan, dan mudah diakses.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi merupakan bagian penting dari upaya membangun institusi kepolisian yang modern.
"Super App Polri merupakan salah satu inovasi yang mendukung transformasi digital di tubuh Polri. Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh personel memahami dan mampu memanfaatkan aplikasi secara optimal, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Bambang, peningkatan literasi digital personel menjadi fondasi penting dalam mewujudkan program Polri Presisi. Kemampuan anggota mengikuti perkembangan teknologi akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan.
Transformasi digital juga bukan hanya soal menghadirkan aplikasi baru. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan kerja yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat koordinasi, memperluas akses informasi, dan meningkatkan akuntabilitas pelayanan.
Melalui sosialisasi ini, Polda Kalbar kembali menegaskan komitmennya membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan berbasis teknologi. Di balik layar gawai yang kini menjadi bagian dari aktivitas personel, tersimpan harapan agar pelayanan kepolisian semakin dekat, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.(*/r)
Editor : Hanif