PONTIANAK POST – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar yang akan berlangsung di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada 1–9 Agustus 2026.
Salah satu fokus utama persiapan adalah penguatan peran Liaison Officer (LO) sebagai ujung tombak pelayanan bagi seluruh kafilah. Hal itu menjadi pembahasan utama dalam rapat Tim Asistensi LPTQ Kalbar yang digelar di Sekretariat Panitia MTQ Kalbar, Rabu (22/7).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Tim Asistensi LPTQ Kalbar H. Alfian Salam, Sekretaris LPTQ Kalbar H. Rohadi Fauzi, jajaran pengurus LPTQ, anggota Tim Asistensi, serta sekitar 14 orang LO yang telah ditunjuk panitia. Setiap kontingen kabupaten/kota akan didampingi satu orang LO selama pelaksanaan MTQ.
Baca Juga: Jelang MTQ Kalbar 2026, DPRD Kayong Utara Soroti Persoalan Air Bersih dan Pasokan Pertalite
Ketua Umum LPTQ Kalbar Andi Musa menegaskan, LO memiliki peran strategis sebagai penghubung antara panitia dan kafilah. Karena itu, setiap LO dituntut proaktif dalam memberikan pelayanan kepada tamu dari seluruh kabupaten dan kota.
"LO harus menjadi orang pertama yang mengetahui kebutuhan kafilah. Bangun komunikasi yang baik dengan pimpinan kafilah, simpan nomor telepon mereka, dan tanyakan apa yang perlu dibantu. Siapkan diri melayani selama 24 jam sehingga setiap persoalan dapat segera ditangani," tegas Andi Musa.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kelancaran perlombaan, tetapi juga kualitas pelayanan kepada seluruh peserta. Karena itu, setiap LO harus memastikan seluruh kebutuhan kafilah dapat dipenuhi dengan cepat melalui koordinasi bersama panitia.
Andi Musa juga mengingatkan sejumlah potensi persoalan yang harus diantisipasi, terutama terkait penggunaan homestay sebagai tempat menginap peserta. Seluruh LO diminta melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi rumah yang disiapkan.
"Pastikan homestay benar-benar layak. Periksa fasilitas MCK, ketersediaan air bersih, konsumsi, kendaraan operasional hingga kebersihan rumah. Semua harus dikontrol sehingga peserta merasa nyaman selama mengikuti MTQ," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Musa kembali membagikan pengalaman LPTQ Kalbar saat mendampingi penyelenggaraan MTQ XXXIII di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ sangat ditentukan oleh kesiapan teknis sejak awal melalui koordinasi yang kuat antara panitia daerah dan LPTQ Kalbar.
Ia mengingatkan agar seluruh layanan dasar dipersiapkan secara maksimal, mulai dari kesiapan venue perlombaan, akomodasi peserta, konsumsi kafilah dan dewan hakim, pelayanan kesehatan melalui posko medis dan tim kesehatan keliling, hingga kesiapan rumah sakit rujukan.
Selain itu, LPTQ Kalbar juga mendorong kerja sama panitia dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada peserta dan petugas selama pelaksanaan MTQ. Kebutuhan transportasi menuju arena lomba serta pengamanan melalui koordinasi dengan Polres, Satpol PP dan instansi terkait juga menjadi perhatian penting.
"Kalau seluruh layanan dasar berjalan baik, insya Allah pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara akan berlangsung lancar, sukses, dan memberi kesan terbaik bagi seluruh peserta," pungkas Andi Musa.
Editor : Miftahul Khair