PONTIANAK POST - Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menegaskan jajarannya memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kalimantan Barat.
Penegasan itu disampaikan saat High Level Meeting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Rabu (22/7/2026).
Menurut Kapolda Kalbar, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Barat secara umum masih terkendali. Namun, potensi karhutla dan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tetap menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap keamanan dan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Kapolda Alberd Teddy Perketat Pengawasan Senjata Api dan Kendaraan Dinas Brimob di Kalbar
Kapolda Kalbar: Karhutla Masih Menjadi Ancaman
Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar mengatakan hingga Juli 2026 telah terdeteksi 23 titik api yang memerlukan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kapolda Kalbar menyatakan pihaknya telah menyiapkan personel serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Pemantauan titik api juga terus ditingkatkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Secara umum situasi kamtibmas cukup terkendali. Yang perlu kita waspadai adalah potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Alberd.
Kapolda Kalbar Awasi Ketat Distribusi BBM Bersubsidi
Selain karhutla, Kapolda Kalbar juga menyoroti distribusi bahan bakar minyak bersubsidi yang dinilai masih berpotensi disalahgunakan.
Menurut Alberd, sepanjang Juli 2026 jajaran Polda Kalbar menangani enam perkara terkait penyalahgunaan dan pengangkutan BBM bersubsidi. Tiga kasus telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan tiga kasus lainnya masih dalam proses penanganan.
"Ini menjadi perhatian kita bersama karena distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan di luar peruntukannya," katanya.
Modus Penyalahgunaan Masih Didominasi Distribusi dan Jual Beli
Kapolda menjelaskan modus yang ditemukan berkaitan dengan penyalahgunaan distribusi serta praktik jual beli BBM bersubsidi.
Karena itu, Polda Kalbar akan meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat sosialisasi bersama pemerintah daerah agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Kapolda Kalbar Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan
Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Ia menilai pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan karena sulit memastikan pihak yang bertanggung jawab ketika api meluas hingga menimbulkan karhutla.
Baca Juga: Kapolda Alberd Teddy Perkuat Perang Melawan TPPO, Kalbar Jadi Sasaran Para Sindikat
Kapolda Ajak Semua Elemen Bersinergi
Kapolda Kalbar mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam mencegah karhutla serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan karhutla maupun pengawasan distribusi BBM bersubsidi memerlukan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya aparat penegak hukum.
"Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama bersinergi, baik dalam mengantisipasi karhutla maupun menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara