Andi Fachrizal: Pengembangan PSN di Kalbar Harus Inklusif dan Berkelanjutan

Marsita Riandini • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 22:30 WIB

 

Direktur Yayasan Kolase Kalbar, Andi Fachrizal saat membuka kegiatan Kolase Jurnalist Camp 2024 di New Agro Rekadena, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Direktur Yayasan Kolase Kalbar, Andi Fachrizal

 

PONTIANAK POST - Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Barat terus memunculkan beragam perspektif. Di satu sisi, proyek-proyek tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai masih terdapat tantangan terkait dampak lingkungan serta manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam Simposium Jurnalistik PSN di Kalbar: Antara Akselerasi Ekonomi dan Pertaruhan Keadilan Ekologis yang diselenggarakan Yayasan Kolase bersama BEM FMIPA Universitas Tanjungpura, Kamis (23/7).

Ketua Yayasan Konservasi Lanskap Semesta, Andi Fachrizal, mengatakan Kalimantan Barat kini menjadi salah satu wilayah penting dalam pengembangan PSN, mulai dari pelabuhan internasional, hilirisasi bauksit dan alumina, hingga infrastruktur energi.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing Kalbar. Namun, ia menilai pelaksanaannya juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal.

"Di lapangan masih terdapat tantangan, seperti perubahan bentang alam, potensi konflik lahan, hingga dampak terhadap sumber penghidupan masyarakat," ujarnya.

Andi menilai pers memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang berimbang melalui peliputan berbasis data dan fakta lapangan, sehingga dapat menjadi masukan bagi kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Link-AR Borneo, Ahmad Syukri. Ia mengatakan manfaat ekonomi dari industrialisasi dan hilirisasi masih perlu dioptimalkan agar lebih dirasakan masyarakat sekitar kawasan proyek.

Berdasarkan temuan Link-AR Borneo, proses pembebasan lahan di sejumlah lokasi masih menyisakan persoalan, termasuk perbedaan penilaian harga tanah pada tahap awal. Selain itu, penyerapan tenaga kerja lokal dinilai belum sebanding dengan besarnya investasi, sementara sebagian pekerja masih berstatus kontrak atau alih daya.

Ia juga menyebut terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan penurunan kualitas lingkungan, seperti debu dan kondisi air di beberapa wilayah. Menurutnya, hal tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan pengujian oleh pihak berwenang.

Koordinator Simpul SIEJ Kalbar, Maria, mengatakan peliputan isu lingkungan dan pembangunan membutuhkan proses panjang karena tidak semua narasumber bersedia menyampaikan informasi secara terbuka. "Kami ingin memastikan suara masyarakat tetap terdengar, tetapi proses verifikasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian," katanya.

Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura, Shifa Helena, menjelaskan perubahan tutupan lahan dapat memengaruhi fungsi hidrologi, kualitas tanah, hingga kualitas udara. Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang baik menjadi bagian penting agar pembangunan dan kelestarian ekosistem dapat berjalan beriringan.

"Dampak perubahan lanskap saling berkaitan terhadap air, tanah, udara, dan pada akhirnya kehidupan masyarakat," ujarnya. (mrd)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kolase Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Barat inklusif PSN berkelanjutan