Edi Kamtono Ajak Dunia Usaha Berkolaborasi Bantu Anak Penyintas Kanker, Thalasemia, dan Penyakit Jantung Bawaan

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 23:14 WIB

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat peringatan Hari Anak Nasional bersama anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/7/2026). (Prokopim)Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat peringatan Hari Anak Nasional bersama anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/7/2026). (Prokopim)

 

PONTIANAK POST – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak dunia usaha, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat berkolaborasi membantu anak-anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meringankan beban anak dan keluarga yang harus menjalani pengobatan jangka panjang.

Ajakan itu disampaikan Edi dalam peringatan Hari Anak Nasional bersama anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit tetap memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Baca Juga: DWP Kalbar dan YKI Beri Semangat Anak Pejuang Kanker yang Jalani Terapi di RSUD Soedarso

Pemkot Siapkan Bantuan Sosial dan Dukungan Pengobatan

Edi menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak selama ini telah mengalokasikan bantuan sosial bagi warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan setelah menjalani pengobatan. Bantuan tersebut juga mencakup biaya perjalanan berobat ke luar daerah, termasuk ke Jakarta.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga memiliki skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

“Selama ini Pemkot Pontianak sudah menganggarkan, selain BPJS, bantuan sosial untuk warga yang memerlukan bantuan setelah menjalankan pengobatan, termasuk ongkos perjalanan ke Jakarta bagi warga tidak mampu,” jelasnya.

Baca Juga: Sekda Kalbar Harisson Ajak ASN Aktif Donor Darah dan Peduli Penyandang Thalassemia

Edi Ajak Dunia Usaha Salurkan CSR

Meski pemerintah telah menyediakan berbagai bentuk bantuan, Edi menilai dukungan tersebut akan lebih optimal apabila mendapat keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia mengajak perusahaan, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama membantu anak-anak penyintas beserta keluarganya.

“Kita mengajak CSR dan dunia usaha juga ikut membantu. Karena dengan kolaborasi, kita bisa meringankan beban dari anak-anak ini,” ujar Edi yang juga Ketua PMI Kota Pontianak ini.

Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jejaring kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Edi juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih, dan mendukung tumbuh kembang anak, baik di rumah, sekolah, maupun ruang publik.

"Kita berkepentingan untuk terus berkolaborasi bagaimana anak-anak ini punya kesempatan untuk sehat dan berkembang, sehingga bisa membangun masa depan yang baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk relawan Sedaya Indonesia, yang selama ini mendampingi keluarga pasien. Menurutnya, banyak keluarga merasa bingung dan takut ketika harus membawa anak menjalani pengobatan ke Jakarta.

RSUD Soedarso Masih Rujuk Pasien Operasi ke Jakarta

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Soedarso Pontianak, dr. Anindia Wardhani, mengatakan layanan pemeriksaan penyakit jantung bawaan pada anak di RSUD dr. Soedarso terus berkembang sehingga semakin banyak pasien yang dapat terdeteksi lebih dini.

Namun, ia mengakui rumah sakit masih memiliki keterbatasan dalam penanganan kasus yang memerlukan operasi jantung.

“Karena masih ada keterbatasan, kita belum bisa sampai operasi. Beberapa pasien masih kami kirim ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Windy Kembali Nahkodai YKI Kalbar, Dorong Kolaborasi Penanganan Kanker Lebih Luas

Lima hingga Enam Pasien Dirujuk Setiap Pekan

dr. Anindia menyebutkan dirinya merujuk sekitar lima hingga enam pasien setiap pekan ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta.

Saat ini terdapat 29 pasien asal Kalimantan Barat yang masih berada di Jakarta, baik untuk menunggu jadwal operasi maupun menjalani pemeriksaan lanjutan.

Meski demikian, perkembangan layanan di RSUD dr. Soedarso dinilai mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa kasus penyakit jantung bawaan yang tergolong sederhana kini sudah dapat ditangani di Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah karena perkembangan di Soedarso, beberapa penyakit jantung bawaan yang sederhana sudah bisa kita tangani, terutama yang simple, karena sudah bisa pasang alat ataupun deteksi lebih awal,” ungkapnya.

Pendampingan Keluarga Tetap Menjadi Kebutuhan

Untuk kasus penyakit jantung bawaan yang kompleks, terutama yang membutuhkan tindakan bedah jantung anak, pasien masih harus menjalani pengobatan di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

Kondisi tersebut membuat pendampingan kepada keluarga pasien menjadi bagian penting dalam proses pengobatan, mengingat mereka harus menjalani perawatan dan rujukan dalam waktu yang tidak singkat.

Editor : Uray Ronald
Sumber : prokopim pontianak
CSR anak penyintas Pontianak Hari Anak Nasional Pontianak anak penyintas kanker thalasemia jantung bawaan bantuan pasien Kalimantan Barat Edi Rusdi Kamtono