Pasca Kebakaran di Ponpes Darunnaim, Santri Tetap Belajar dan Orang Tua Dipastikan Tenang

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi Kebakaran.
Ilustrasi Kebakaran.

PONTIANAK POST – Aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Darunnaim, Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, dipastikan tetap berjalan normal setelah musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah gudang penyimpanan di lingkungan asrama santri putra, Jumat (24/7) malam.

Pengurus Pondok Pesantren Darunnaim, Ustadz Roni Hidayatullah, S.H., mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, ketika sebagian besar santri telah menyelesaikan aktivitas malam dan bersiap beristirahat.

"Anak-anak sudah selesai beraktivitas sekitar pukul 21.00 WIB. Ada yang bersih-bersih, gosok gigi, dan bersiap tidur ketika kejadian itu terjadi," ujar Roni kepada Pontianak Post, sore Sabtu (25/7).

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Kamar Santri Putra di Ponpes Darunnaim Pontianak, Polisi Selidiki Penyebabnya

Ia menjelaskan, titik kebakaran berada di sebuah gudang yang sebelumnya merupakan kamar santri, namun sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal. Ruangan tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan perlengkapan cadangan pesantren.

"Di dalamnya ada lemari, ranjang, kasur, buku, dan berbagai kebutuhan cadangan untuk santri," katanya.

Menurut Roni, kebakaran baru diketahui saat kobaran api sudah membesar. Begitu mengetahui kejadian tersebut, seluruh santri segera diarahkan menuju masjid untuk mengamankan diri.

Sementara itu, pengurus bersama warga berupaya melakukan penanganan awal dengan menjebol dinding kamar yang terhubung dengan gudang agar api lebih mudah dijangkau sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Baca Juga: Cuaca Panas di Sambas Meningkat, BPK Swasta Siaga Hadapi Kebakaran Permukiman hingga Ancaman Karhutla

"Alhamdulillah petugas pemadam datang dengan cepat sehingga api bisa segera dipadamkan dan tidak meluas," tuturnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh isi gudang hangus terbakar. Sejumlah kitab dan buku berhasil diselamatkan, namun kondisinya basah akibat proses pemadaman. Begitu pula pakaian milik beberapa santri yang terdampak.

Roni mengatakan, santri yang menempati kamar di sekitar lokasi kebakaran langsung dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Proses pemindahan dilakukan sejak Sabtu pagi hingga sore hari.

Selain itu, kamar-kamar yang berdempetan dengan bangunan yang terbakar dikosongkan. Para santri yang menempatinya dipindahkan karena dikhawatirkan kondisi dinding yang terdampak api dapat membahayakan para penghuni.

"Kami mengosongkan kamar yang berdekatan karena khawatir struktur bangunannya tidak lagi aman," jelasnya.

Meski demikian, pihak pesantren memastikan kegiatan pendidikan tidak akan terganggu. Kebutuhan para santri juga terus diupayakan agar tetap terpenuhi, termasuk pakaian yang sempat basah akibat proses pemadaman.

Baca Juga: Puntung Rokok yang Masih Menyala Jadi Ancaman Kebakaran, Pemkab Sintang Minta ASN Tingkatkan Kewaspadaan

"Pakaian santri yang basah sudah kami kirim ke laundry supaya segera bisa digunakan kembali, sehingga kebutuhan mereka tetap terpenuhi," ujarnya.

Pihak pesantren juga segera menghubungi para orang tua dan wali santri, termasuk yang berada di luar Kota Pontianak seperti Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, untuk menyampaikan kondisi terkini.

"Kami terus memberikan informasi melalui foto dan video agar orang tua mengetahui kondisi anak-anak mereka dan tidak perlu khawatir," katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Roni menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Sebagai langkah antisipasi, pihak pesantren langsung meningkatkan pengawasan serta memutus aliran listrik pada ruangan-ruangan yang tidak digunakan.

Baca Juga: Kios Kosong di Jalan Mayor Alianyang Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

"Kami meningkatkan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Arus listrik di ruangan kosong juga sudah kami putus sebagai langkah pencegahan," pungkasnya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
ponpes darunna'im aktivitas belajar mengajar kebakaran santri