PONTIANAK POST – Ratusan sopir angkutan yang tergabung dalam Persatuan Sopir Kalimantan Barat (Kalbar) menyampaikan aspirasi terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, dalam aksi damai di Kantor Gubernur, Senin (27/7).
Dalam pertemuan yang diterima langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, para sopir menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, dan instansi terkait. Pertama mereka meminta pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat melalui tim terpadu. Kemudian menuntut penindakan tegas terhadap pelaku penyalahgunaan, jaminan ketersediaan solar bagi angkutan yang berhak, serta penyaluran BBM yang adil, dan tepat sasaran.
Perwakilan Persatuan Sopir Kalbar menilai persoalan distribusi solar masih menjadi kendala utama bagi para sopir angkutan. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi nyata agar kebutuhan operasional angkutan tidak terganggu.
Baca Juga: Pasokan BBM Terlambat, Antrean SPBU Mengular di Kayong Utara, Nelayan hingga Petani Ikut Terdampak
"Kami meminta pengawasan diperketat, dan penyaluran solar benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai sopir yang berhak justru kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi," ujar salah seorang perwakilan sopir dalam dialog tersebut.
Aksi damai berlangsung tertib, dan diwarnai penyampaian aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Para sopir menegaskan bahwa tujuan mereka adalah mencari solusi bersama agar distribusi solar bersubsidi lebih transparan, dan tidak disalahgunakan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Karoops Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar, Kombes Pol Marsdianto menyatakan Polri siap mengawal distribusi BBM bersubsidi agar berjalan lancar, dan kondusif.
Menurutnya, kepolisian akan mengedepankan langkah persuasif, seperti pengaturan antrean kendaraan di SPBU, dan penguraian kemacetan. Termasuk melakukan penegakan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Baca Juga: Kapolres Ketapang Perintahkan Pengawasan Ketat Distribusi BBM di Seluruh SPBU
"Kami berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan lancar. Apabila ditemukan pelanggaran atau penyalahgunaan, akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Marsdianto.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan berbagai persoalan. Termasuk gangguan keamanan, dan kebutuhan bantuan darurat di jalan.
Polda Kalbar turut mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Melalui sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat, diharapkan persoalan distribusi BBM bersubsidi dapat segera diselesaikan.
“Sehingga kebutuhan para sopir angkutan dapat terpenuhi dengan baik, dan situasi keamanan di Kalbar tetap aman serta kondusif,” tutupnya.(bar)
Editor : Miftahul Khair