DPRD Pontianak Dorong Inovasi Pengolahan Lidah Buaya demi Tingkatkan Nilai Tambah dan Ekonomi Petani

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:35 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.

PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa mendorong Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan melakukan terobosan untuk melihat potensi lidah buaya. Jika dilakukan terobosan, dia optimis Pontianak bisa menjadi kota swasembada lidah buaya.

“Kecamatan Pontianak Utara itu merupakan wilayah penghasil tanaman lidah buaya. Namun saya lihat, pengelolaannya belum benar-benar maksimal. Dibutuhkan manajemen dari hulu ke hilir. Artinya dari mulai pengolahan sampai pemasaran harus difokuskan,” kata Bebby, Senin (27/7).

Dinas Pertanian sebagai sektor penggerak petani lidah buaya, sudah seharusnya melakukan terobosan terhadap hasil lidah buaya di Kota Pontianak ini. Sebab tanaman lidah buaya memiliki banyak manfaat. Seperti diolah menjadi makanan dan minuman, jelly, selai, manisan dan lainnya.

Baca Juga: Melihat Sentra Lidah Buaya di Pontianak Utara: Lahan Gambut jadi Optimisme Baru Para Petani Hortikultura

Lidah buaya juga bisa diproduksi untuk produk kecantikan. Mulai dari pelembab wajah, masker, serum rambut, sampo hingga kondisioner. Lidah buaya juga bisa dijadikan produk kesehatan.

Untuk produk rumah tangga, lidah buaya bisa dijadikan sabun mandi, sabun cuci tangan, hingga lotion tubuh. “Camilan juga bisa, seperti permen lidah buaya, dodol dan agar-agar. Saya melihat peluang tanaman lidah buaya ini besar manfaat termasuk buat peningkatan perekonomian,” ujarnya.

Untuk mewujudkan pengembangan budidaya lidah buaya dasarnya adalah data jumlah luasan tanaman lidah buaya di Kecamatan Pontianak Utara. Setelah memiliki data, barulah dilakukan pengecekan pangsa pasar lidah buaya itu sendiri.

Sejauh ini, data lengkap pengembangan lidah buaya di Kota Pontianak belum diketahuinya. Padahal, lidah buaya ini berpotensi untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Pontianak.

Baca Juga: Warga Pontianak Rela Antre Sejak Pagi demi BBM, Polisi Disiagakan Atur Antrean Pertalite

Pemerintah diharapnya juga mampu mencarikan pasar agar roda perekonomian lidah buaya ini bisa berputar. Caranya, dengan mencarikan investor besar yang berminat untuk pengelolaan lidah buaya ini. Seperti investor bahan dasar kecantikan, pengelolaan makanan minuman dan lainnya.

Jika ini bisa diciptakan, dan Pontianak mampu menjadi daerah sentra lidah buaya, maka ini akan memunculkan perputaran perekonomian baru berbasis data.

“Tidak hanya untuk lidah buaya saja, sayur-sayuran Pontianak juga kota penghasil. Paling tidak produksi pertanian kitab isa menjadi lumbung bagi masyarakat Pontianak,” ujarnya.(iza)

Editor : Hanif
lidah buaya Ekonomi dprd pontianak inovasi