Sepekan Tiga Kebakaran Bangunan Terjadi di Kota Pontianak, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi Kebakaran.
Ilustrasi Kebakaran.

PONTIANAK POST – Selama sepekan terakhir, Kota Pontianak mencatat tiga peristiwa kebakaran bangunan di lokasi berbeda. Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (22/7) sekitar pukul 12.30 WIB di Gang Margodadirejo 2B, Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Pontianak Kota. Api menghanguskan sebagian besar bangunan rumah sebelum berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran kedua terjadi di Pondok Pesantren Darunnaim, Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, pada Jumat (24/7) malam. Api melalap satu unit kamar santri putra yang berada di bagian belakang lingkungan pondok. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. 

Baca Juga: Musim Kemarau Surutkan Sungai Kapuas, BPBD Pontianak Intensif Patroli Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Setelah hampir dua jam proses penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.45 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena kamar santri yang terbakar sedang tidak dihuni saat kejadian. Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa, namun hingga saat ini terdapat kerugian materiil.

Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi pada Minggu (26/7) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah rumah warga di Jalan Tanjung Raya 1, Kota Pontianak, dilalap api. Peristiwa tersebut menambah daftar kebakaran bangunan yang terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Kalimantan Barat, Asrul Putra Nanda menyebut dalam sepekan terakhir, beberapa kejadian kebakaran permukiman di Kota Pontianak menjadi perhatian serius. Ia menilai kondisi cuaca yang panas, lingkungan permukiman yang padat, serta potensi korsleting listrik maupun kelalaian dalam penggunaan api menjadi faktor yang perlu diwaspadai bersama. 

“Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran,” katanya, Selasa (28/7).

Baca Juga: Setengah Abad Pemadam Kebakaran Swasta Panca Bhakti: Wali Kota Ajak Perkuat Kolaborasi Antisipasi Kebakaran Lahan

Di sisi lain, kecepatan informasi menjadi kunci utama dalam penyelamatan. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas pemadam kebakaran, PMI, dan unsur relawan dapat bergerak ke lokasi untuk membantu proses penanganan, evakuasi korban, pelayanan pertolongan pertama, hingga dukungan kemanusiaan PMI Provinsi Kalimantan Barat menurutnya telah menyiapkan layanan siaga dan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kebakaran atau terdapat korban yang membutuhkan pertolongan melalui Call Center PMI Kalbar di 0812-8700-0060. 

“Jangan menunggu api membesar atau kondisi menjadi lebih parah. Laporan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa, mengurangi luas kebakaran, dan mempercepat penanganan darurat,” terangnya.

Ia pun juga mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan, menyiapkan alat pemadam sederhana bila memungkinkan, serta meningkatkan kepedulian antarwarga. 

“Penanggulangan kebakaran bukan hanya tugas petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi keselamatan jiwa dan harta benda,” pungkasnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
kebakaran PMI Kalbar Kewaspadaan pertolongan pertama cuaca panas