PONTIANAK POST – Rapat kerja (Raker) sering kali dipandang sebagai agenda rutin penyusunan program tahunan. Namun, di MAN 2 Pontianak, forum tersebut justru dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat budaya kerja, membangun komitmen bersama, dan merancang strategi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Pesan itu menjadi penekanan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., saat membuka Rapat Kerja MAN 2 Pontianak Tahun 2026 di Kahyangan Resort, Kabupaten Bengkayang.24–25 Juli 2026
Kegiatan ini mengusung tema "Satukan Langkah, Kuatkan Komitmen, Wujudkan Madrasah Unggul dan Berkarakter". Turut hadir dalam raker tersebut sejumlah pejabat struktural di Kemenag Kota dan Kalbar serta organisasi terkait.
Bukan Sekadar Menyusun Program Tahunan
Dalam arahannya, Muhajirin Yanis menegaskan rapat kerja harus menjadi ruang evaluasi sekaligus perencanaan yang menghasilkan program kerja efektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, setiap program perlu disusun berdasarkan standar operasional yang jelas agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin melalui prinsip, "Catat yang harus dikerjakan dan kerjakan yang sudah dicatat."
Menurutnya, budaya kerja yang konsisten akan melahirkan kinerja yang terarah, akuntabel, serta selaras dengan visi dan misi madrasah. Guru sebagai ujung tombak pendidikan juga dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian dalam mendidik generasi muda.
Baca Juga: Komit Kurangi Sampah Rumah Tangga, DWP Kemenag Singkawang Edukasi Anggota Olah Eco Enzyme
"Kami berharap tema Satukan Langkah, Kuatkan Komitmen tidak berhenti sebagai slogan rapat kerja, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja seluruh keluarga besar MAN 2 Pontianak dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan semakin dipercaya masyarakat," ujarnya.
Muhajirin juga mengajak seluruh warga madrasah menjadikan rapat kerja sebagai ruang menyatukan visi, melahirkan berbagai inovasi, serta memperkokoh komitmen bersama dalam membangun lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, ukuran madrasah unggul tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga keberhasilannya membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, berintegritas, moderat, dan siap menghadapi masa depan.
Lima Komisi Susun Program yang Terukur
Sementara itu, Kepala MAN 2 Pontianak Hj. Yuliana, S.Pd., S.H., M.Pd. menjelaskan pembahasan rapat kerja dibagi ke dalam lima komisi. Antara lain Komisi Kurikulum, Komisi Kesiswaan dan Prestasi, Komisi Sarana dan Prasarana, Komisi Keuangan dan Administrasi, serta Komisi Hubungan Masyarakat.
Seluruh hasil pembahasan kemudian dipresentasikan dalam sidang pleno secara interaktif agar memperoleh berbagai masukan sebelum ditetapkan menjadi program kerja madrasah.
Baca Juga: Guru PAI di Kalbar Keluhkan TPG Belum Cair, Kemenag Sebut Terkendala Anggaran
Menurut Yuliana, mekanisme tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang realistis, terukur, inovatif, serta sesuai dengan kebutuhan pengembangan MAN 2 Pontianak. Sehingga kualitas layanan pendidikan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Komite Siap Perkuat Kolaborasi
Secara terpisah, Ketua Komite MAN 2 Pontianak Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi.
Baca Juga: Kemenag Singkawang Tekankan Nasionalisme dan Moderasi Beragama kepada Santri Baru MA Ushuluddin
Ia menilai rapat kerja bukan sekadar forum penyusunan agenda tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyamakan visi, memperkuat komitmen, dan merancang langkah nyata demi kemajuan madrasah.
"Sebagai Komite Madrasah, kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Tentunya melalui sinergi bersama orang tua, masyarakat, dunia usaha, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan," ujarnya.
Hamzah berharap Raker 2026 melahirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik maupun nonakademik. Serta kolaborasi yang semakin erat antara madrasah, orang tua, alumni, dan masyarakat.
Baca Juga: Integritas Madrasah Aliyah Kalbar Masih Perlu Diperbaiki, Nilai SPI KPK 70,23
Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Diberi Apresiasi
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang mencerminkan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus memperkuat budaya kerja, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Editor : Silvina