Tim PPM Teknik Mesin Polnep Hadirkan Mesin Pelet Mini, Pangkas Biaya Budidaya Ikan Pontianak

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:45 WIB
BERSAMA: Tim PPM Polnep  yang terdiri dari Hadimi (ketua) dan anggota Rusadi, Edi Karyadi, Efrizar berfoto bersama anggota Kapuas Fish Farm usai acara. (IST)
BERSAMA: Tim PPM Polnep yang terdiri dari Hadimi (ketua) dan anggota Rusadi, Edi Karyadi, Efrizar berfoto bersama anggota Kapuas Fish Farm usai acara. (IST)

 

PONTIANAK– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menghadirkan mesin pelet mini untuk Kelompok Budidaya Ikan Kapuas Fish Farm di Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, guna membantu pembudidaya menekan biaya pakan dan meningkatkan keuntungan usaha.

Program tersebut dipimpin Hadimi, S.T., M.T. bersama Rusadi, S.T., M.T., Edi Karyadi, S.T., M.Eng., Iyus, S.T., M.T., dan Supandi, S.T., M.T., dengan sasaran Kelompok Kapuas Fish Farm yang diketuai Efrizar atau Bang Boy.

Selain menyerahkan mesin pencetak pelet, tim juga melatih anggota kelompok membuat pakan ikan berkualitas dan mengoperasikan mesin agar produksi pakan dapat dilakukan secara mandiri.

Baca Juga: PPM Teknik Mesin Polnep Bantu Tingkatkan Produktivitas Bagi UKM Kerupuk Singkong Desa Rasau Jaya Dua

"Melalui program tersebut, para pembudidaya ikan air tawar yang tergabung dalam Kapuas Fish Farm diharapkan mampu memproduksi pakan ikan secara mandiri dengan biaya yang lebih murah tanpa mengurangi kualitas pelet yang dihasilkan," kata Hadimi.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan air tawar.

Hadimi menjelaskan, budidaya ikan air tawar di Kota Pontianak terus berkembang, terutama di sepanjang bantaran Sungai Kapuas, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang memanfaatkan keramba apung untuk membesarkan ikan nila dan ikan mas.

Baca Juga: Polnep dan Balai Pengelolaan Kelautan Perkuat Kapasitas Nelayan Trawl di Sungai Kakap

Usaha yang semula hanya menjadi sumber penghasilan tambahan kini berkembang menjadi penopang ekonomi keluarga, sehingga kebutuhan akan efisiensi biaya produksi semakin penting.

Kapuas Fish Farm saat ini mengelola sekitar 20 unit keramba apung dengan 10 anggota dan mampu memproduksi sekitar 4 ton ikan nila dan ikan mas setiap siklus panen selama 1,5 bulan.

Dengan harga jual rata-rata Rp22 ribu per kilogram, kelompok tersebut membukukan nilai penjualan sekitar Rp88 juta setiap panen, sehingga penghematan biaya pakan berpotensi meningkatkan pendapatan para pembudidaya.

Baca Juga: Polnep Perkuat Layanan Internet dan Tata Kelola BUMDes

Rusadi mengatakan pakan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha karena berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan sekaligus menyerap porsi biaya produksi terbesar.

Karena itu, mesin pelet mini dinilai menjadi solusi tepat untuk menghasilkan pakan berkualitas dengan biaya lebih rendah, apalagi didukung ketersediaan bahan baku lokal di sekitar lokasi budidaya.

Edi Karyadi berharap inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi dan daya saing Kapuas Fish Farm, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna bagi kelompok pembudidaya ikan air tawar lainnya di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat. (vie/ser)

 

Editor : Silvina
kegiatan polnep ppm teknik mesin polnep mesin pelet pangkas biaya Budidaya Ikan