PONTIANAK POST - Masyarakat mungkin hanya melihat bahan bakar minyak (BBM) selalu tersedia di SPBU. Namun, di balik kelancaran distribusi tersebut terdapat rangkaian strategi yang harus dijalankan ketika rantai pasok menghadapi kendala.
Salah satunya saat terjadi penyesuaian jadwal sandar kapal suplai akibat dinamika logistik maritim di Kalimantan Barat.
Untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga, PT Elnusa Petrofin memperkuat sistem distribusi dengan menambah lima unit mobil tangki, mengoptimalkan armada yang ada, hingga memperkuat peran Integrated Terminal Pontianak sebagai pusat distribusi regional.
Penyesuaian Jadwal Kapal Jadi Tantangan Distribusi BBM
Manager Corporate Communication and Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan perusahaan menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai.
“Kami menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai,” kata Putiarsa dikutip dari Antara (28/7).
Menurutnya, perubahan jadwal tersebut menjadi tantangan yang harus diantisipasi agar distribusi BBM ke SPBU di Kalimantan Barat tetap berjalan normal.
Lima Mobil Tangki Tambahan Dikerahkan Percepat Distribusi
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan menambah lima unit mobil tangki melalui skema spot charter. Armada tambahan tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi BBM ke SPBU sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Mengapa SPBU Pontianak dan Kubu Raya Masih Antre BBM? Ini Penyebab dan Langkah Pertamina
Tak hanya menambah armada, Elnusa Petrofin juga mengoptimalkan kesiapan Awak Mobil Tangki (AMT) beserta seluruh armada distribusi agar proses penyaluran BBM tetap berjalan tanpa hambatan.
Skema Kitir dan RAE Jadi Andalan Pemerataan Pasokan
Strategi lainnya adalah menerapkan pola distribusi proporsional melalui skema kitir. Dengan sistem ini, distribusi BBM dapat dilakukan lebih merata ke seluruh SPBU sehingga potensi kekosongan stok di satu wilayah dapat diminimalkan.
Di saat yang sama, perusahaan mengaktifkan skema RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency) untuk memperkuat fleksibilitas distribusi.
Dalam skema tersebut, Integrated Terminal Pontianak berperan sebagai pusat konsolidasi pasokan regional yang mendukung distribusi menuju Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, hingga wilayah eks-Jobber Sanggau.
Integrated Terminal Pontianak Jadi Pusat Pengendali Distribusi
Menurut Putiarsa, meningkatnya aktivitas mobil tangki di Integrated Terminal Pontianak merupakan bagian dari upaya mempercepat distribusi.
Pengaturan ritase, antrean, serta arus kendaraan juga terus dilakukan agar proses pengisian BBM berlangsung lebih efektif meski volume distribusi meningkat.
Di tengah tingginya intensitas pengiriman, perusahaan tetap menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan Lingkungan (HSSE) sebagai prioritas dalam setiap aktivitas operasional.
Distribusi Terus Dipantau Agar Pasokan BBM Tetap Stabil
Putiarsa menjelaskan tambahan lima unit mobil tangki diharapkan mampu memangkas waktu pengiriman, mengurangi antrean armada di terminal, serta menstabilkan ritme distribusi BBM ke seluruh wilayah Kalimantan Barat secara bertahap.
Ia menambahkan perusahaan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh rantai distribusi, mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM.
Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan karena pasokan terus diupayakan tetap andal dan lancar. (*)
Editor : Miftahul Khair