Hujan Dua Hari Bersihkan Langit Pontianak, Kabut Asap Menghilang Sementara

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 00:09 WIB
Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan di Pontianak.

 

PONTIANAK POST – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak selama dua hari terakhir membawa kelegaan bagi warga. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya menyelimuti langit kota berangsur menghilang, diikuti membaiknya kualitas udara meski masih berada pada kategori sedang.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Rabu (30/7/2026) pukul 00.02 WIB, kualitas udara di Pontianak mencatat Air Quality Index (AQI) US 97, menempatkan ibu kota Kalimantan Barat itu di peringkat kesembilan kota dengan polusi udara tertinggi di Indonesia. Meski demikian, kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya ketika kabut asap tampak pekat dan jarak pandang menurun.

"Hujan berperan mencuci atmosfer (wet deposition), sehingga konsentrasi partikel seperti PM2.5 berkurang untuk sementara. Namun, jika sumber asap dari karhutla masih ada dan hujan berhenti, kualitas udara berpotensi kembali memburuk."

Peringkat Kota dengan Polusi Udara Tertinggi di Indonesia (Real Time IQAir – 30 Juli 2026, pukul 00.02 WIB)

Peringkat Kota Provinsi AQI US Kategori
1 Serpong Banten 172 Tidak sehat
2 South Tangerang Banten 162 Tidak sehat
3 Bandung Jawa Barat 158 Tidak sehat
4 Medan Sumatera Utara 155 Tidak sehat
5 Tangerang Banten 123 Tidak sehat bagi kelompok sensitif
6 Pekanbaru Riau 117 Tidak sehat bagi kelompok sensitif
7 Jakarta DKI Jakarta 105 Tidak sehat bagi kelompok sensitif
8 Jambi Jambi 98 Sedang
9 Pontianak Kalimantan Barat 97 Sedang
10 Bojonegara Banten 68 Sedang

Catatan: Nilai AQI US 97 menunjukkan kualitas udara Pontianak berada dalam kategori sedang. Kondisi ini menandakan udara relatif masih dapat diterima bagi masyarakat umum, namun kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan tetap perlu memperhatikan kondisi udara, terutama jika kabut asap kembali meningkat.

Sumber data: Pemantauan kualitas udara IQAir, 30 Juli 2026 pukul 00.02 WIB.

Hujan Belum Mengakhiri Ancaman Asap

Membaiknya kualitas udara belum berarti ancaman kabut asap telah berakhir. Selama kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, potensi penurunan kualitas udara tetap tinggi, terutama jika curah hujan kembali menurun dan angin membawa asap ke kawasan permukiman.

Sebelumnya, BPBD Kalimantan Barat menetapkan status siaga darurat bencana asap menyusul meningkatnya jumlah titik panas di berbagai kabupaten selama musim kemarau.

Warga Mulai Beraktivitas Lebih Nyaman

Kondisi langit yang kembali cerah membuat aktivitas masyarakat mulai berlangsung lebih nyaman. Sejumlah warga mengaku dapat kembali berolahraga dan beraktivitas di luar ruangan tanpa terganggu kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir sempat menurunkan kualitas udara.

Salah seorang warga Pontianak, Denny, mengatakan kondisi udara saat ini terasa lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah.

"Beberapa hari lalu udara terasa lebih pekat, terutama pagi dan sore. Sekarang setelah hujan, langit lebih bersih dan aktivitas di luar rumah terasa lebih nyaman," ujar Denny.

Meski demikian, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan tetap diimbau membatasi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara kembali memburuk. Masyarakat juga diminta tetap memantau informasi kualitas udara dan perkembangan kondisi karhutla di wilayah Kalimantan Barat. **

Fakta Singkat

Indikator Data
Kota Pontianak
AQI US 97 (Sedang)
Waktu pemantauan 30 Juli 2026, 00.02 WIB
Peringkat polusi Indonesia 9
Kondisi Kabut asap berangsur menghilang setelah hujan dua hari

*) Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat menurunkan konsentrasi partikulat PM2.5 melalui proses wet deposition atau pencucian atmosfer. Namun, perbaikan kualitas udara umumnya bersifat sementara. Selama musim kemarau masih berlangsung dan kebakaran hutan maupun lahan belum terkendali, kabut asap berpotensi kembali muncul ketika curah hujan menurun dan arah angin membawa asap ke wilayah Pontianak.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
hujan Kalimantan Barat AQI Pontianak Kualitas udara Pontianak kabut asap Pontianak karhutla kalbar