Biaya Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Membengkak Jadi Rp20 Miliar, DPRD Desak Pemkot Cari Solusi

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01 WIB
Yandi, Anggota DPRD Kota Pontianak.
Yandi, Anggota DPRD Kota Pontianak.

PONTIANAK POST - Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak Yandi mengungkap kekurangan alokasi anggaran Rp 5 miliar terkait biaya perbaikan dermaga feri penyeberangan Bardan-Siantan, setelah dikaji justru menelan biaya yang lebih besar. Dalam upayanya, pihaknya terus mendorong Pemerintah Kota Pontianak buat mengalokasikan pembiayaan perbaikan dermaga sehingga bisa dikerjakan.

“Mengenai ajuan awal alokasi anggaran perbaikan dermaga penyeberangan feri Bardan Siantan awalnya Rp 5 miliar itu rupanya hanya kelihatan di permukaan. Setelah dilakukan riset penelitian oleh tim ahli, ternyata anggarannya jauh lebih besar dari itu,” ungkap Yandi kepada Pontianak Post, Rabu (29/7).

Yandi mengungkap kondisi dermaga di sisi Siantan ternyata terdapat kerusakan parah. Jika ditotalkan, biaya perbaikan itu bisa memakan angka Rp20 miliar.

Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Desak Percepatan Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Demi Kelancaran Transportasi Warga

Menurut Yandi, ini biaya yang tidak sedikit. Terlebih melihat alokasi anggaran pemerintah saat ini mengalami himpitan begitu besar. Salah satunya, persoalan pemangkasan transfer daerah dari pusat begitu besar, sehingga Pemkot mesti pandai-pandai dalam menyisir alokasi anggaran buat perbaikan dermaga ini.

Dari hasil kajian ini, tindaklanjutnya masih dimungkinkan dicarikan solusi lain. Seperti alternatif pembangunan dermaga baru, yang lokasinya tidak begitu jauh dengan dermaga lama.

Dia minta, Dinas Perhubungan melakukan koordinasi untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Sebab jika dibiarkan berlarut tanpa ada jawaban, justru memunculkan pertanyaan dari masyarakat.

Apalagi beberapa waktu lalu, Dishub sudah melakukan beberapa upaya. Mulai dari memberikan penjelasan terkait kondisi dermaga, rincian biaya sampai mengajukan bantuan ke pusat agar perbaikan dermaga bisa dibiayai oleh pemerintah pusat.

“Intinya kami dukung. Bagaimana solusi penganggarannya, mau itu pakai APBD atau bantuan dari pusat, kita sama-sama untuk mewujudkan perbaikan dermaga ini. dengan begitu, masyarakat bisa dapat kembali menikmati pelayanan kapal feri penyeberangan ini,” katanya.

Sampai sekarang tidak ditutupi, pelayanan feri penyeberangan masih menjadi salah satu alternatif masyarakat. Terlebih ketika jam-jam macet di Jembatan Kapuas kadang macet mengular. Ini yang membuat masyarakat lebih memilih menggunakan penyeberangan feri sebagai alternatifnya.(iza)

Editor : Hanif
Dermaga Feri DPRD kota pontianak Perbaikan Bardan-Siantan biaya