Kite Antar Usung Kearifan Lokal Kalbar, Hadir sebagai Aplikasi Transportasi Online Karya Anak Daerah

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:21 WIB
Rombongan mitra "Kite Antar" bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026). (Pemkot Pontianak)
Rombongan mitra "Kite Antar" bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST – Aplikasi transportasi online Kite Antar resmi mulai beroperasi di Kota Pontianak dengan membawa identitas sebagai karya anak daerah Kalimantan Barat. Pemerintah Kota Pontianak mendukung kehadiran platform digital tersebut karena dinilai tidak hanya menawarkan alternatif layanan transportasi yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dukungan itu ditandai dengan pelepasan rombongan Mitra Kite Antar di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026). Momen tersebut menjadi simbol dimulainya operasional aplikasi yang dikembangkan oleh putra-putri Kalimantan Barat.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Dukung Kite Antar, Aplikasi Transportasi Online Karya Anak Daerah Kalbar Resmi Beroperasi

Dibangun Putra-Putri Kalbar untuk Masyarakat Kalbar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menilai kehadiran Kite Antar menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Kalimantan Barat mampu menghasilkan inovasi digital yang kompetitif.

Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan contoh bagaimana talenta lokal mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

"Kita mendukung hadirnya Kite Antar sebagai aplikasi yang dikembangkan oleh putra-putri daerah. Semoga dapat memberikan kontribusi bagi kemudahan transportasi dan layanan antar bagi masyarakat Kota Pontianak," ujarnya.

Syamsul mengatakan, keberhasilan melahirkan platform digital sendiri menunjukkan kemampuan pengembang lokal yang tidak kalah dengan daerah lain.

"Ini membuktikan bahwa kemampuan sumber daya manusia Kota Pontianak tidak kalah dengan daerah lain, bahkan mampu menghasilkan aplikasi transportasi online yang berkualitas. Tinggal bagaimana masyarakat dapat menerima dan memanfaatkan layanan ini sebagai pilihan baru yang lebih baik dan lebih terjangkau," katanya.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Rotasi Sejumlah Pejabat, Edi Kamtono Minta Tingkatkan Pelayanan Publik dan Respons Masalah Warga

Mengutamakan Kesejahteraan Mitra dan Pelaku Usaha Lokal

Manager Operasional PT Kite Antar Teknologi, Yudhiansyah, menjelaskan konsep yang diusung Kite Antar dirancang agar memberi manfaat bagi seluruh pihak dalam ekosistemnya, mulai dari pengemudi, pelaku UMKM, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Salah satu keunggulannya adalah potongan biaya layanan hanya sebesar lima persen tanpa biaya tambahan lainnya sehingga pendapatan mitra pengemudi tetap lebih besar.

"Dengan potongan yang lebih kecil, pengemudi memperoleh pendapatan yang lebih optimal. Di sisi lain, tarif yang dibayar masyarakat juga lebih murah sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," jelasnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan kepada merchant. Potongan layanan tetap sebesar lima persen tanpa mengurangi keuntungan pelaku usaha karena penyesuaian dilakukan pada harga yang ditampilkan di aplikasi.

Pendekatan tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang melalui platform digital.

Dikembangkan oleh Talenta dari Berbagai Daerah di Kalbar

Yudhiansyah mengungkapkan, Kite Antar tidak hanya lahir di Pontianak, tetapi juga dikembangkan oleh tim yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Tim pengembang melibatkan sumber daya manusia dari Pontianak, Singkawang, Sambas, Pemangkat, Tebas, hingga Sintang. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu identitas utama aplikasi sebagai produk digital yang tumbuh dari daerah.

Saat ini, layanan Kite Antar telah beroperasi di sejumlah wilayah tersebut dengan sekitar 200 mitra pengemudi dan puluhan merchant yang telah bergabung.

Baca Juga: Batas Komisi Ojek Online 8 Persen Resmi Berlaku, Pemerintah Ubah Peta Pendapatan dan Relasi Platform Digital Nasional

Peluncuran Diawali Konvoi Keliling Pontianak

Sebagai bagian dari peluncuran, rombongan Kite Antar memulai kegiatan dari Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, dilanjutkan ke Kantor Gubernur Kalimantan Barat, kemudian melakukan konvoi mengelilingi Kota Pontianak sebelum berakhir di Kantor Wali Kota Pontianak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan aplikasi kepada masyarakat sekaligus menegaskan bahwa produk digital lokal juga mampu hadir sebagai pilihan layanan transportasi online.

 

Menjadi Alternatif Baru Transportasi Online di Kalimantan Barat

Selain menawarkan tarif yang lebih kompetitif, Kite Antar diharapkan menjadi alternatif transportasi online yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital lokal.

Aplikasi ini telah tersedia secara gratis di Play Store dan App Store sehingga masyarakat dapat menggunakannya sebagai pilihan layanan transportasi dan jasa antar di Kalimantan Barat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
Kite Antar Kalbar aplikasi transportasi lokal Kalimantan Barat transportasi online Pontianak aplikasi karya anak daerah transportasi online Kalbar