Sembilan Jam Lawan Api Karhutla di Sanggau, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan Tiga Hektare

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:33 WIB
Kondisi lokasi karhutla di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kamis (30/7) pagi. (ISTIMEWA)
Kondisi lokasi karhutla di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kamis (30/7) pagi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (29/7) malam. Kobaran api yang berada persis di pinggir jalan sempat menjadi perhatian warga, dan pengguna jalan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalimantan Barat (Kalbar), Daniel mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolsek Tayan Hilir terkait penanganan kebakaran tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan Kapolsek Tayan Hilir terkait karhutla di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Jenis lahan yang terbakar terdiri atas gambut dan mineral dengan luas kurang lebih tiga hektare. Kondisi saat ini sudah terkendali," ujar Daniel, Kamis (30/7).

Baca Juga: Disdikbud Kubu Raya batasi aktivitas luar kelas akibat kabut asap karhutla, sekolah wajib masker dan tunda olahraga.

Upaya pemadaman berlangsung selama sekitar sembilan jam, dimulai sejak Rabu (29/7) pukul 18.00 WIB, hingga Kamis (30/7) pukul 03.00 WIB. Sejumlah personel dari berbagai instansi dikerahkan untuk mencegah api meluas.

Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Kusdarwanto menambahkan, proses pemadaman melibatkan unsur Polsek Tayan Hilir, Koramil, Pemerintah Desa Subah, Tim Gabungan Damkar Tayan, Damkar Pontianak, serta mendapat dukungan dari Yon TP Sanggau, dan Kodim Sanggau. "Proses pemadaman yang dilakukan tadi malam melibatkan berbagai stakeholder yang ada," katanya.

Menurut Kusdarwanto, kondisi lahan yang terbakar saat ini telah padam. Meski demikian, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

"Untuk saat ini kondisi lahan yang terbakar sudah padam. Namun masih dalam tahap pemantauan. Bilamana kembali muncul titik api, tim gabungan akan melakukan upaya pemadaman kembali," jelasnya.

Baca Juga: Asap Karhutla Masih Membandel, BPBD dan Polda Kalbar Perketat Patroli di Sejumlah Kabupaten Terdampak

Selain melakukan pemantauan, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres bersama Polsek Tayan Hilir masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

Kusdarwanto mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Tayan Hilir, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

"Kami juga berharap kerja sama seluruh masyarakat untuk segera menginformasikan apabila terjadi kebakaran lahan sehingga dapat segera ditangani," pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
tim gabungan sanggau karhutla hot spot Tayan Hilir