Pemprov Kalbar Intensifkan Edukasi Konservasi, Nelayan Diimbau Lindungi Penyu Sisik dan Satwa Laut Dilindungi

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:34 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Natalia Karyawati
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Natalia Karyawati

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat  terus mengintensifkan edukasi kepada nelayan, dan masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap keberadaan satwa laut yang dilindungi. Nelayan diimbau segera melepaskan atau melaporkan kepada petugas apabila secara tidak sengaja menangkap satwa dilindungi saat melaut.

Imbauan tersebut kembali disampaikan menyusul ditemukannya seekor penyu sisik yang tidak sengaja tertangkap jaring nelayan di sekitar Pulau Panjang, Kabupaten Kubu Raya, baru-baru ini. Penyu tersebut kemudian diserahkan secara sukarela kepada petugas, menjalani rehabilitasi selama empat hari, sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitatnya di perairan utara Jungkat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Natalia Karyawati mengatakan, penyu sisik merupakan salah satu biota laut yang dilindungi, dan tidak boleh diperdagangkan. Karena itu, upaya penyelamatan satwa tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Baca Juga: Arus Barang Laut di Kalbar Melonjak 40 Persen, Penumpang Justru Menurun

"Penyu sisik merupakan salah satu biota laut yang dilindungi, dan tidak boleh diperdagangkan. Ini merupakan langkah nyata dalam pelestarian ekosistem laut agar sumber daya kelautan tetap lestari, dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Natalia, sosialisasi kepada masyarakat pesisir, dan nelayan selama ini terus dilakukan. Tujuannya agar setiap satwa laut yang dilindungi, dan tertangkap secara tidak sengaja dapat segera dilepaskan atau diserahkan kepada petugas apabila kondisinya membutuhkan penanganan.

"Selama ini memang sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir, dan nelayan. Untuk biota laut yang dilindungi, jika tertangkap dalam aktivitas nelayan harus dilepaskan," jelasnya.

Ia berharap semakin banyak nelayan memiliki kesadaran untuk berperan aktif menjaga kelestarian satwa laut dilindungi. Menurutnya, langkah sederhana berupa melaporkan atau menyerahkan satwa yang tertangkap secara tidak sengaja akan sangat membantu upaya konservasi.

Natalia menambahkan, penyu sisik merupakan satwa dengan status kritis yang menghadapi berbagai ancaman. Mulai dari perdagangan ilegal, kerusakan habitat terumbu karang, hingga tangkapan sampingan dalam aktivitas perikanan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat pesisir akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kepunahan penyu sisik, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di perairan Kalbar.(bar)

Editor : Hanif
penyu sisik nelayan edukasi pemprov kalbar satwa laut