PONTIANAK POST - Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis mengingatkan, aparatur sipil negara (ASN) tentang bahaya judi online dan pinjaman online (pinjol). Ia tekankan agar ASN Kemenag Kalbar tidak terseret kasus tersebut.
"Belakangan ini sering kita dengar masyarakat terjebak dengan judi online dan pinjaman online. Saya ingatkan, jangan sampai ada ASN Kemenag Kalbar yang terseret kasus tersebut," ucapnya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena budaya hidup yang pragmatis dan hedonis. Karena itu, tegasnya, semua agama mengajarkan pentingnya hidup bersyukur, merasa cukup dan bersahaja dengan rezeki yang diberikan Tuhan.
"Hal ini sejalan dengan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Tirmidzi) bahwa barang siapa di antara kalian mendapatkan pagi hari dalam keadaan aman pada kelompoknya (keluarga/lingkungannya), sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan baginya," jelas Muhajirin Yanis.
Kakanwil juga memaparkan tentang empat komitmen utama sebagai pondasi dalam pengabdian di tengah masyarakat.
Pertama, komitmen kebangsaan. ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dalam keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam setiap langkah pengabdian.
Kedua, komitmen kelembagaan. Loyalitas kepada institusi diwujudkan melalui kinerja yang profesional, disiplin, berintegritas, serta mendukung seluruh program Kementerian Agama dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Kasad Minta Prajurit TNI AD Jaga Integritas, Hindari Judi Online hingga Pinjol
"Setiap ASN adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat," ucapnya.
Ketiga, komitmen sosial. ASN tidak hanya hadir sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai perekat kehidupan sosial. Menjadi pribadi yang ramah, peduli, mampu membangun harmoni, serta menghadirkan solusi di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas mulia seorang ASN Kementerian Agama.
Keempat, komitmen pribadi. Pengabdian yang berkualitas selalu dimulai dari pribadi yang berakhlak mulia, jujur, terus belajar, menjaga integritas, serta bekerja dengan hati yang ikhlas. Jabatan hanyalah amanah, tetapi karakter adalah warisan yang akan selalu dikenang.
"Saya meyakini bahwa ketika keempat komitmen tersebut dijaga secara konsisten, maka pelayanan publik akan semakin berkualitas, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat, dan Kementerian Agama akan semakin mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif