Ria Norsan Tegaskan Pembangunan Kalimantan Barat Harus Dimulai dari Desa Melalui Kolaborasi Masyarakat

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:26 WIB
Suasana malam ramah tamah Gema Membangun Desa (GMD) yang digelar di Aula Kantor Camat Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (30/7) malam.  (ADPIM PEMPROV)
Suasana malam ramah tamah Gema Membangun Desa (GMD) yang digelar di Aula Kantor Camat Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (30/7) malam. (ADPIM PEMPROV)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pembangunan daerah harus dimulai dari desa. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa. Hal itu disampaikan Ria Norsan saat menghadiri ramah tamah Gema Membangun Desa di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, kegiatan Gema Membangun Desa menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat desa.

“Melalui program ini kita ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan di desa akan kita tampung untuk menjadi perhatian pemerintah provinsi,” ujarnya.

Baca Juga: Ria Norsan Ajak Masyarakat Hadiri Gema Membangun Desa dan Meriahkan MTQ XXXIV Kalbar di Sukadana

Ria Norsan menilai Kecamatan Teluk Batang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan karena berada di kawasan pesisir. Untuk itu, ia berharap perangkat daerah terkait dapat menghadirkan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Teluk Batang merupakan daerah pesisir. Karena itu, kami berharap ada program dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang benar-benar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” katanya.

Ia menjelaskan, Gema Membangun Desa bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga wadah menghimpun masukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Ria Norsan menegaskan, kemajuan desa akan menjadi penopang kemajuan daerah secara keseluruhan. “Kalau desa sudah maju, dampaknya akan dirasakan di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Karena itu, kita membangun Kalbar dimulai dari desa,” tutupnya.(mse)

 

Editor : Hanif
ria norsan Kolaborasi aspirasi masyarakat pelayanan publik Pembangunan Kalbar